Terlalu Tegang, M Arif Tidak Bisa Menjawab di Ujian Promosi Doktor

Facebook
Twitter
WhatsApp

Selasa, 28 Februari 2012 | Suryani Musi
M Arif didampingi oleh istri
Washilah Online-Entah lantaran terlalu tegang, atau anaknya sakit seperti yang dikatakan oleh salah satu dewan Penguji, Prof Bahaking Rama, M Arif ketika promosi doktor kemarin gugup dan tidak bisa menjawab pertanyaan penguji dan tim promotor di acara promosi doktornya tadi malam, Senin (28/02/2012). Promosi doktor tersebut dihelat di gedung Pascasarajana (PPs) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Judul skripsi, Konsepsi pendidikan Qalb dalam Al-Qur’an mendapat sambutan positif dari penguji eksternal, Prof Dr  Ahmad Tibraya MA guru besar dalan ilmu tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurutnya, tulisan tersebut cukup bagus namun tidak sebagus ketika telah ditampilkan dalam bentuk ujian.
“Kalau say baca disertasi Anda, dan penampilan Anda tidak sebanding adengan apa yang Anda tampilkan malam ini. Tolong-lah meski tidak bisa menjawab secara sempurna pada penguji lainnya, kepada saya ini jawab-lah samapai ke titik koma-nya. Meski sebetulnya tuhan memberikan kita masing-masing kelebihan dan kekurangan. Ada yang jago menulis namun tidak bisa mengimbanginya dengan bicara. Ataupun sebaliknya,”pintanya.
Namun, meski demikian promofendus tetap seperti semula. Mulai dari Dr Domopolii M Ag yang menegurnya lantaran terlalu tegang dan terbata bata dalam menjawab, Prof Bahaking Rama, Prof Sattu Alang MA, dan hampir semua penguji lainnya. Penguji lainya itu adalah, Prof Dr Nasir A Baki, Prof Achmat Abu Bakar, dan Dr Kamaluddin Abu Nawas.
Rewako, ini kesempatanmu berpote-pote. Memaparkan semua isi disertasimu,”kata Prof Sattu Alang guru besar dalam bidang Kesehatan Mental Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin.
Selain itu, ia juga ditegur lantaran hampir di setiap kesempatan, salah seorang pegawai PPs bolak-balik mematikan dan menghidupkan pengeras suara yang ada di depan promofendus.
Meski demikian, M Arif kemudian lulus dengan lama pendidikan  tiga tahun lebih. Dengan ujian semester rata-rata 3, 75. Indeks prestasi kumulatif (IPK) 9,24 atau 3, 75 atau A. Ia lulus sebagai doktor Pendidikan Islam ke 123 di UIN.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami