Washilah Perkenalkan Baca Satu Detik Dua Halaman

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 23 Desember 2011 | Suryani Musi
Dr Yusuf bersama pemateri
Washilah Online-Unit Kegiatan mahaisswa (UKM) Lembega Informatika Mahasiswa Alauddin (LIMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasar megadakan seminar flash reading. Dengan memprerkenalkan metode membaca satu detik dua halaman. Kegiatan tersebut digelar di gedung Lecture Centre (LT) Kampus II Samata Gowa, Jumat (23/12/2011).
Ketua Umum Washilah, Agus ketiika memberikan sambutan menyatakan bahwa antara mahaiswa dengan buku harus menyatu. Karena dari bukulah seseorang bisa memperoleh informasi sebanyak-banyaknya. 
Pembantu Rektor III bidang Kemahasiwaan, Dr Natsir Siola MH yang membuka seminar tersebut menyatakan bahwa terkadang banyak orang cerdas di Indonesia yang tidak dikenal lantaran tidak bisa menulis. Tidak bisa menulis tersebut biasanya disebabkan oleh faktor membaca yang kurang.
“Orang besar di Indonesia lahir dan menjadi penentu perjalananan sejarah karena dilatarbelakangi oleh kegiatan menulis,”kata Dr Natsir Siola.
Dalam seminar ini, Washilah menghadirkan Spesialis Mata dari Klinik Amanah Inayah, DR.Yusuf Bachmid, S.Pd dan dimoderatori oleh Penyiar gamasi FM, Wandi Gamajaya.
DR Yusuf menyatakan bahwa dalam kehidupan, banyak yang mengadakan bidang percepatan. Terutama bidang kumunikasi. Namun, ia menyayangkan bidang pendidikan belum ada percepatan. Kalimat yang diperkenalkan, ini Budi sejak tahun 45 sampai sekarang. Padahal menurutnya, itu hanya memaksa anak-anak sejak kecil menggunakan otak kiri. Potensi otak kanannya tidak diberdayakan. Itu akan terus berlanjut sehingga pemikiran menjadi statis.
Dalam Seminar ini banyak memperkenalkan cara menggunakan Fals Reading di hadapan peserta yang kurang lebih dua ratus peserta.
DR Yusuf mengutip kata-kata Prof Makoto bahwa semua anak-anak lahir dengan jenius, tapi jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka manusia hanya menjadi seonggok daging tak berguna.
“Di flas reading mata menjadi kamera. Tidak fokus pada satu titik. Melainkan masuk pada memori jangka panjang,”tambahnya.
Dosen Kesehatan, Hikmawati yang hadir sebagai peserta Flash Reading memberiakan testimoni manfaat Flash reading.Terutama ketika ia harus menjadi ibu dari keempat anaknya,sekaligus menjadi dosen. Ia masih sempat membaca.
Seminar ini tidak hanya sampai hari ini. Akan ada Workshop akan pelaksanaan flash reading tersebut untuk pebguasaan praktiknya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami