Wakil Menterian Agama Sarankan UIN Konsentrasi ke Ulumul Qur’an

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh Suryani Musi pada 11 November  2011.
Wakil Kementrian agama di cara dies natalis UIN yang ke 46
Washilah Online-Ada sebuah kegelisahan yang mencuat ke masyarakat pada akhir-akhir ini. Ada sebuah spirit yang perlu diartikan dan diterjemahkan. Yakni apa yang dikatakan oleh agama berbanding terbalik dengan tingkahlaku dan perbuatan manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakil Mentei Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar sekaligus selaku Rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta ketika membawakan kuliah umum. Di acara dies natalis Universiats Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang digelar di Auditorium kampus II Samata Gowa (11/11/2011).
Kegelisahan tersebut menurutnya perlu dipertanggungjawabkan oleh UIN Alauddin dan UIN lainnya. Juga terhadap peserta dies natalis untuk kembali membaca ulang Al-Qur’an.
“Kalau boleh saya usulkan, untuk membentuk ciri khusus UIN Alauddin konsentrasinya diarahkan ke ulumul Qur’an. Kalau bisa membangun secara besar yang mengenai ulumul Qur’an karena UIN lainnya telah memiliki ciri tersendiri,”katanya.
Menurutnya lagi tidak perlu untuk ke Jawa melanjutkan studi mengenai ilmu Ulumul Qur’an tersebut atau ke luar negeri. Tapi justru menarik para pelajar dari luar Kawasan Indonesia Timur  untuk belajar di UIN.
“Pak Qadir, jangan takut salah. Kita perlu menjembatani firqah-firqah kesadaran ummat. Jadi, untuk belajar tenatng tawwuf, agama, aliran dan lainnya, pusatnya ada di UIN. Tinggal bagaiamana untuk mengembangkannya,”tambah mantan dosen Fakultas Syariah UIN Alauddin ini.
Ditemui secara terpisah ketika acara telah usai, Rektor UIN, Prof Qadir Gassing HT MS menyatakan bahwa saran tersebut disambut positif. Caranya dengan  jalan akan mendirikan Museum Al-Qur’an.     

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami