Mengubah Kampus Lewat Sentuhan Interpreniur

Facebook
Twitter
WhatsApp

Selasa, 15 November 2011 | Suryani Musi
Seminar nasional yang diadakan Oleh UIN Alauddin Mks
Washilah Online-Rektor Universiats Islama Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr H Musa Asy’Arie menyatakan bahwa saatnya kampus mengeluarkan alumni yang mampu membuat lapangan kerja. 
Bukan sebaliknya, mencopy ijazah sebanyak-banyaknya untuk bekerja di perusahaan orang lain. Ia menyatakan hal tersebut di acara Soft Opening Training Centre yng dirangkaikann dengan seminar nasional Program Pasca Sarjana (PPs) UIN Alauddin, Selasa (15/11/2011). Di gedung Training Centre UIN Alauddin.
Ia punya obsesi, baaimana mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja sendiri melalui interpreniurship.
“Negeri kita adalah negeri yang kaya. Namun, pada kenyataannya rakyatnya miskin. Apa yang salah dari negeri ini? Di negeri sendiri kita berlimpah garam namun ternyata Indonesia masih mengimpor garam dari luar negeri, di negeri sendiri kita berlimpah pisang, dan kedelai atau yang lainnya, tapi nyatanya Indonesia masih mengimpor dari luar negeri?,”katanya.
Baginya, apa yang melanda pada masyarakat sekarng ini di Indonesia yang hanya berkecimpung di bagian pertanian dan kuli kontrak di negeri orang merupakan warisan dari Belanda. 
Meski pada mulanya, warga Indonesia merupaan saudagar yang paling berani terutama warga Sulsel yang hanya mengandalkan perahu pinisinya untuk menaklukkan lautan yang luas.
Maka saat ini, mengawali hal tersebut maka Kampuslah yang diharapkan untuk mencetak sarjana sebanyak-banyaknya untuk menjadi interpreniur. 
Pesannaya, dia ingin agar UIN berani mengambil langkah secepatnya. Karena dari waktulah seseorang bisa mengambil pengalaman dengan bijak, ketika melakukan kesalahan akan cepat memperbaikinya, sekaligus, dari cepat itu seseorang akan mendapakan momennya yang pas.
Dia menceritakan bagaimana konsep yang akan dia terapkan di ampusnya, dia ingin beasiswa keluar setelah mahasiswanya dinyatakan lulus seleksi bukan setelah mereka telah ada di dalam untuk kuliah, dan juga akan memberikan biaya SPP serendah-rendahnya, jika perlu gratis nantinya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami