BEM U Adakan Dialog Peta Gagasan Calon Purek III UIN

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis 10 November 2011 | Suryani Musi
Calon purek III UIN Aaluddin Makassar
Washilah Online-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makssar menggelar dialog peta gagasan calon pembantu Rektor (Purek) bidang kemahasiswaan denagan tema Membangun Kultur Akademik dan Demokrasi Kampus.
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat  gedung Rektorat lantai I UIN Samata Gowa, Kamis (10/11/2011) dengan mengundang calon purek yang terdiri dari Prof Dr H Ambo Asse, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), Dr Moh Sabri AR Pembantu Dekan I FSH, dan Dr HM Nasir Siola MA dosen dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), dan Baharuddin Hafid sebagai pembanding sekaligus alumni yang merupakan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) tahun 1999. Namun, dalam dialog tersebut, Dr HM Nasir Siola MA tidak menghadiri dialog lantaran kedua orang tuanya meninggal dunia.
Namun dari nama-nama di atas menurut Rektor UIN, Prof Dr H Qadir Gassung HT MS menyatakan bahwa sampai dialog tadi berlangsung belum ada nama-nama yang dikeluarkan oleh Rekktor untuk dipilih di senat.
“Tugas mahaisswa sebenarnya untuk memberi saran dengan melihat berbagai sisi,”katanya sebelum membuka kegiatan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa kriteria yang akan ia tetapkan sebagai calon Purek, yakni bisa diajak bekerja sama, dan bisa mengembangkan apa yang telah digagas oleh Rektor.
Prof Ambo Asse mengemukakan tiga hal yang menjadi visi misinya yakni mengembangkan kultur akademik, mengedepankan demokrasi kampus, dan melakukan pembinaan karakter. Ia juga menyatakan bahwa untuk menghadapi mahasiswa nantinya baginya tidak terlalu sulit karena dia memiliki anak delapan. Baginya, dia juga bisa mengerti mahasiswa seperti ketika ia menjadi seorang ayah.
Sementara Dr Sabri menekankan unsur pencerdasan dengan memosisikan mahasiswa nantinya sebagai mitra berpikir bukan atasan mahasiswa. Kultur demokrasi dengan memosisikan suara mahasiswa adalah suara kebenaran.
“Ketika saya nanti terpilih menjadi PR III saya ingin mengubah paradigma dari Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan menjadi pembantu mahaiswa dalam bidang kerektoratan. Sehingga anggaran, ide, gagasan, dan lainnya bisa menjadi perdebatan di ruang kerektoratan.  Selain itu juga perlu rekontruksi demokrasi dengan membentuk kongres mahasiswa yang akan menyuarakan suara mahasiswa di ruang senat nanti”paparnya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami