FDK Rapat Penguatan Tata Tertib yang Mulai Terabaikan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Selasa, 24 Oktober 2011 | Suryani Musi
Rapat yang digelar olh FDK UIN Alauddin Makassar
Washilah Online-Tata Tertib Universitas Islam Negeri yang termaktub dalam buku saku mahasiswa sudah mulai terabaikan secara perlahan. Hal tersebut yang menjadi latar belakang sehingga Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Prof Dr H Abustani Ilyas M Ag menggelar rapat penguatan tata tertib, Selasa (24/10/2011). Kegiatan ini digelar di ruang Munakasah lantai II FDK.
Rapat ini dihadiri oleh Dekan, Pembantu Dekan  (PD) III  , Ketua dan Sekertaris Jurusan, Ketua dan Labda Perpustakaan, KTU dan Kasubag, Ketua Badan Eksekutif Mahaiswsa (BEM) dan Himpunan Mahaisswa Jurusan (HMJ) sampai ketua tingkat.
“Saya tergelitik melihat permasalahan sekarang banyak mahasiswa yang memakai celana robek-robek, memakai sandal, gonrong, dan lainnya. Makanya diadakan  rapat semacam ini. Untuk fakultas Ushuluddin telah melakukan hal yang sama pada 17 Oktober beberapa hari yang lalu,” kata Prof Dr Abustani Ilyas. 
Olehnya itu dia mengundang pimpinan yang ada di FDK agar dari mereka bisa menerapkan dan menjadi teladan di kalangan teman-temannya di tengah teman kampus lainnya.
“Kita harus menghidupkannya kembali, mengumumkannya, dan menindaklanjuti. Bentuknya adalah akan dibentuk tim pemantau kode etik mahasiswa dan bisa dikepalai oleh PD III. Nantinya akan diberi Surat Keputusan (SK). Yang selanjutnya menyurat kepada dosen penasihat agar mereka tidak hanya berfungsi sebagai pemberi tanda tangan,”tambahnya.
Namun, Ketua Jursan JurnalitikDr Nurhidayat Said M Ag menyatakan bahwa untuk membentuk kembali tim pemantau akan membuat permasalahn semakin mengambang. Karena telah banyak lembaga yang bergerak di situ. Misalnya saja komisi disiplin (Komdis). Selain itu, dosen yang merasa tidak diberi SK tidak akan mengurus mahasiswa yang punya masalah di bidang tata tertib.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami