Brankas Fakultas Sains UIN Dibobol, Rp74 Juta Raib

Facebook
Twitter
WhatsApp

Brangkas yang isinya telah raib digondol maling.
Washilah — Pencurian uang dengan membobol brankas kali ini terjadi di Fakultas Sains dan Teknologi (Sainstek) Universitas Islam Negeri Alauddin, Kamis 20 Oktober.
Sekitar Rp70 Juta milik Bendahara Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK) fakultas Sainstek, raib dibawa lari pencuri. Bendahara PUMK, Rahmat Ramli, mengatakan, “selain uang sekitar Rp70 Juta di dalam brankas, ada juga uang Rp4 Juta di ruang staf yang ikut dicuri.” Uang Rp4 tersebut, menurut dia, adalah uang untuk operasional dan insentif staf.

Ruang bendahara PUMK terletak di dalam ruang tata usaha, tepatnya di lantai dua Fakultas Saintek Kampus dua Samata. Dari tempat kejadian perkara, tampak bekas cungkilan pada pintu ruangan bendahara PUMK, meskipun pintu dan jendela ruangan bagian luar tidak rusak sama sekali. Diduga, pintu bagian luar memang tidak terkunci.

Brankas tersebut ditemukan pada pagi hari, di sebuah WC, di depan ruang tata usaha, dengan kondisi sudah terbongkar.

Kepala Unit Khusus (Kanitsus) Polisi Resort Gowa, Ipda Hambali, mengatakan, “kita masih sedang mengembangkan kasusnya.” Saat ini, polisi sedang mengamankan barang bukti berupa satu unit brankas yang dibobol, serta file rekaman CCTV.

Pelaku diduga menjalankan aksinya sekira pukul 02.30 dini hari. Ini menurut hasil rekaman CCTV yang menunjukkan seorang pria tak dikenal berjalan mengendap-endap menaiki tangga pada pukul tersebut.

Bukan hanya ruang bendahara PUMK. Jendela Dekan Fakultas Saintek, juga terdapat bekas cungkilan, meskipun tidak ada yang dicuri.

Bahkan, brankas di bagian keuangan gedung Rektorat UIN Alauddin, yang terletak tak jauh dari Saintek, ikut menjadi sasaran percobaan pembobolan, meskipun tidak berhasil. Brankas yang jenisnya mirip dengan brankas milik Fakultas Saintek tersebut, bergeser sekitar lima meter dari tempatnya.

Diduga, pelaku masuk melalui bagian belakang dengan mencungkil jendela ruangan Kepala Bagian Akademik, Masnawati. “Dia cungkil jendela bagian belakang. tapi tidak ada barang-barang di sini yang diambil,” ungkap Masnawati. Pelaku kemudian diduga naik ke lantai dua bagian keuangan, dengan mencungkil pintu.(Hasbi/harian Fajar)

Top of Form
Bottom of Form

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami