Syuaib Mallombassi: UIN tidak Bisa Jadi Wisata Pendidikan Jika Tidak Punya Ikon

Facebook
Twitter
WhatsApp

Jumat, 09 September 2011 | Suryani Musi
Washilah Online-Mendambakan kampus hijau ini, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menjadi pusat studi wisata pendidikan, sepertinya akan menjadi sesuatu yang begitu menarik. Selain mendatangkan pemasukan juga akan dikenal oleh kalangan orang banyak.
Ketika Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Dr Muhammad Halifah Mustami MPd mengajukan usul kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs H M Syuaib Mallombassi MM, dia menyatakan bahwa hal itu sulit akan dilakukan jika UIN hanya menawarkan gedung-gedung yang bisa dijadikan pusat wisata.
 Hal tersebut disampaikan ketika membawakan kuliah umum di Fakultas Sains dalam rangka kuliah Umum mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Jumat (09/09/2011). 
“Kampus ini akan saya masukkan sebagai wisata pendidikan. Akan tetapi harus ada ikon yang bisa dilihat selain dari gedung-gedung. Karena tidak ada yang akan menarik jika cuma itu. UIN contohnya bisa mendirikan museum pena dengan mengumpulkan segala macam pena mulai dari pena zaman dulu sampai sekarang,” katanya.
Menurutnya, untuk menjadikan suatu tempat sebagai pusat pariwisata hanya perlu kekreatifan. 
“Gedung di luar negeri semuanya berkarakter. Jadi kita tidak bisa menawarkan hanya dari gedung saja,” tambahnya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami