Peredaran Narkoba, Makin Ditanggulangi Makin Bertambah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamis, 22 September 2011 | Suryani Musi
Washilah Online-Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi peredaran narkoba di Indonesia. Namun, nyatanya itu tidak sejalan. Di lapangan menunjukkan bukannya berkurang, pengguna narkoba makin melonjak.
Hal tersebut dikatakan oleh anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) , Dr H Andi Takdir M Kes ketika memberikan sambutan di seminar Anti Narkotika. Yang diadakan oleh Himpuanan Mahasiswa Jurusna (HMJ) Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam negeri (UIN) Aluddin Makassar, Kamis (22/09/2011).
Kegitan yang bertema Menciptaakn generasi Muda Berprestasi yang Sehat dan Bebas dari Narkoba digelar di gedung Auditorium Kampus II Samata Gowa. Dengan menghadirkan pemateri dari BNN sendiri dan juga dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin. Tentunya tak lupa mantan pecandu narkoba. Dia menceritakan bagaiamana pada awalnya dia kecanduan sampai ikut rehabolitasi di Bogor dua tahun lalu.
“Ketika seseorang telah terjerumus pada pil setan tersebut maka sulit untuk keluar dari sana. Jika telah kecanduan hanya tiga sasaran utama yang akan dicapai yakni masuk rumah sakit, masuk penjara, atau masuk kubur. Ada pepatah bugis yang menyatakan bahwa, Lele bulu tallele abiasaang.saya berani mengatakan bahawa hal tersebut tidak berlaku sekarang. Kebiasaan itu bisa diubah dengan jalan membiasakan tidak memakai narkoba,” kata Dr dr H Nurbahri Nur M Sc, dosen FKM ini di depan para peserta.
Nurbahri memaparkan mulai dari ciri-ciri narkoba sampai bagaimana cara untuk menghindari narkoba tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Dr H Andi Takdir M Kes, untuk meminimalisir peredaran pengguna narkoba tersebut, tidak hanya diperlukan peran pemerintah. Namun harus diterapkan pada diri setiap individu sampai kepada masyarakat secara luas.
Kepala Seksi Tindak Pidana Hukum, Andi Muldani Fajrin SH MH menyatakan bahwa narkotika diundangkan pada nomor 35 tahun 2009. Tentunya dia memaparkan pasal-pasal yang akan menjerat bagi pengguna narkotika. 
Ardiansyah mahasiswa jurusan Ilmu Hukum semester III mempertanyakan lemahnya undang-undang tentang narkoba ini di Indonesia.
“Kejahatan itu tidak akan berhenti jika tidak dicabut samppai ke akar-akarnya. Selayaknya, para pengguna diberi hukuman mati,” katanya.
Andi Muldani mengakui hal tersebut. Dia hanay menegaskan bagaiamana undang-undang begitu banyak yang dikeluarkan pemerintah namun tak satu pun yang bisa menyelesikan permasalahan yang ada di masyarakat.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami