Dialog Manajemen Lembaga Mahasiswa Datangkan Pemateri dari Malaysia

Facebook
Twitter
WhatsApp

 Senin 27 September 2011 | Mitasari
Washilah Online-Dialog Masiswa bertemakan Manajemen Lembaga Mahasiswa bersama narasumber dari Universitas Utara Malaysia Dr.Musafir Kelana. Dialog yang berlangsung di Ruang pertemuan Rektorat lantai I, senin (26/09?2011) dihadiri oleh Mahasiswa perwakilan dari tiap Fakultas yang ada di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. 
Dialog yang diawali oleh sambutan dari Pembantu Rektor (PR) III dari bidang Kemahasiswaan Drs.H.M Gazali MHI mengatakan bahwa dunia sekarang penuh kompetisi bagai peperangan. 
“Peperangan telah berakhir namun masih ada negara yang ingin menguasai dunia yang dilatar belakangi para sionis. Kedepannya UIN diharapkan dapat mencegah hal tersebut terjadi dan lewat lembaga itu semua akan dibangun jiwa-jiwa perang kompetisi internasional. Setelah PR II memberi sambutan yang di akhiri kata Allahuakbar dan jabat tangan hangat langsung meninggalkan acara dan di lanjutkan oleh moderator,”kata Drs M Gazali.
Dilanjutkan oleh Moderator sesi inti di mulai oleh narasumber dengan perkenalan dan menceritakan pengalamannya dalam berlembaga. Dr. Musafir asal Kota Takalar Sulsel, Alumni Unhas jurusan sastra inggris, pernah menjabar sebagai ketua senat di BEM Unhas dan menjadi ketua komisariat HMI. Dengan segudang pengalaman berlembaga Dr. Musafir Kelana menjelaskan bagaimana seharusnya Mahasiswa berlembaga baik di kampus maupun di lembaga lainnya.
Narasumber menjelaskan bahwa seorang yang ingin menjadi pemimpin harus memiliki kualitas individu yang baik seperti yang tercantum pada Al-qur’an surah Al-imran ayat 120. Mahasiswa harus membangun dirinya sendiri. Bukan hanya organisasi tapi akademik sangat mendukung. Interaksi antar manusia harus terjaga. Deawasa ini banyak Pendemo yang terus beroarasi padahal mereka sendiri melakukan korupsi contohnya bolos kuliah.
Dialog semakin seru ketika sesi tanya jawab dan di buka dengan pertanyaan dari Presiden BEM Universitas yang menanyakan persoalan TKI yang disiksa. Musafir menjawab bahwa persoalan TKI itu tidak semata-mata salah dari satu pihak tapi banyak faktor.
Ia menceritakan pula pengalamnnya tentang pembantu rumah tangga yang ia pekerjakan telah menjadikan rumahnya sebagai tempat berbuat mesum. pertanyaan selanjutnya dari perwakilan mahasiswa tarbiayah tentang integritas para professor dalam menjawab persoalan saat ini. langsung di jawab santun oleh narasumber yang sesekali berlogat meoayu mengatakan persoalan terjadi karena onggarnya sistem dalam pendidikan, namun tak sedikit professor yang menghasilkan karya berfikirnya untuk dunia walau tak cukup mengatasi persoalan sekarang.

 

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami