UIN Kembali Lahirkan Doktor dalam Bidang Pendidikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Laporan | Suryani Musi
Washilah Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan doktor dalam bidang Pendidikan. Promosi doktor itu digelar di gedung Pascasarjana (PPs) UIN Kampus I, Senin (07/06/2011) tadi malam.
Doktor baru berusaha mempertahankan disertasinya berjudul Efektifitas Manajemen Ma’had Ali dalam Reproduksi Ulama di Sulawesi Selatan dari promotor penguji. Promotor kali ini adalah Prof dr H Mappanganro MA, Prof Dr H Nasir A Baki MA, dan co promotor Prof Dr Hj Andi Rasdiyanah.
Penguji satu adalah Prof Dr H Abd Rahman Getteng, penguji dua Prof Dr H Muh Room M Pd I, dan penguji tiga Prof Dr H Ahmad M Sewang MA.

Disertasi ini difokuskan pembahasan dan penelitiannya pada masalah pokok tentang efektivitas manajemen Ma’had Aly dalam reproduksi ulama di Sulawesi Selatan. Sub pokok masalahnya adalah bagaimana profil dan eksisitensi Ma’had Aly di Sulawesi Selatan, bagaimana implementasi manajemen pendidikan Ma’had Ali dalam upaya reproduksi ulama di Sulawesi Selatan, faktor-faktor apa yang mendukung dan menghambat manajemen implementasi pendidikan di Ma’had Ali serta solusi dalam upaya reproduksi ulama di Sulawesi Selatan.

Metodologi penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah bermula dari penentuan lokasi dan jenis penelitian, metode pendekatan yang berdasarkan pada teori-teori pendekatan pendidikan, dan bidang ilmu lain yang mendukung seperti pendekatan psikologis, metodologi normatif yang datanya merujuk pada field research dan library research. Data utamanya bersumber dari data primer yang diperoleh lansung dari lokasi penelitian pada Ma’had Aly dengan cara pengambilan populasi dan sampel. 
Adapun produser pengumpulan datanya melalui angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan dan analisis datanya secara kuantitatif dalam bentuk tabel dengan cara membagi hasil data dengan distribusi frekuensi, serta data sekunder yang diperoleh melalui telahan dalam berbagai literatur, serta informasi lainnya yang ada kaitannya dengan efektivitas manajemen Ma’had Ali dalam reproduksi Ulama di Sulawesi Selatan.

Penelitian disertasi ini merumuskan kesimpulan pokok bahwa pengelolaan Ma’had Ali di Sulawesi Selatan dalam rangka reproduksi ulama tergolong efektif bila dilihat dari segi efektivitas implementasi manajemen organisasi, manajemen kurikulum dan manajemen metodologi pengajaran.

Pada segi manajemen organisasi Ma’had Ali dikelola oleh sebuah yayasan dan perguruan tinggi lengkap dengan struktur organisasi yang mapan dan pembagian tugas yang jelas. Pada segi manajemen kurikulum berdasarkan pada kurikulum nasional Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan kurikulum lokal yang masing-masing disusun oleh Ma’had Ali. Pada segi manajemen metodologi pengajaran lebih menekankan metode penyampaian mata kuliah yang disesuaikan dengan materi yang disajikan, namun secara garis besarnya terdapat dua metode pengajaran yang dominan dilakukan, yakni metode ceramah, dan metode diskusi dan tanya jawab. Dari stategi balajar mengajar, kelihatan pula dari adanya keseragaman bentuk metode yang digunakan, yakni dengan bentuk halaqah.

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa terdapat faktor pendukung dan penghambat manajemen Ma’had Ali. Faktor pendukungnya adalah berjalannya manajemen organisasi secara baik pada segi kurikulum diterapkannya gabungan kurikulum pesantren dan PTAI, ditambah dengan program keterampilan lainnya. Faktor pendukung lainnya adalah mahasantri yang memiliki kemampuan bahasa Arab dan penguasaan kitab-kitab kuning. Hal ini terjadi sebab masing-masing Mahad Ali intens melaksanakan pengajian dalam bentuk halaqah.

Faktor penghambatnya adalah efektifitas manajemen Mahad Ali dalam upaya reproduksi ulama di Sulawesi Selatan, yakni dari segi organisasinya masih mengejawantah sistem kepemimpinan kiai yang bersifat tradisional, dan secara kelembagaaan di setiap Mahad Ali memiliki mahasantri dari luar pesantren dan nonpesantren.

Mahasantri yang berlatar belakang dari pesantren berbeda degan mahasantri yang berasal dari nonpesantren. Praktis bahwa tipe ulama yang dihasilkan akan berbeda-beda pula dan tidak merata kapasitas ilmunya yang dimiliki. Berdasarkan adanya faktor penghambat tersebut, maka sebagai solusi bagi mahad Ali dalam upaya reproduksi ulama di Sulawesi Selatan adalah dituntut untuk tetap konsisten pada penguasaan berbagai disiplin ilmu keagamaan untuk meraih gelar ulama atau kiai, tafaqquh al-din, yang memiliki kompetensi dalam mengelola manajemen secara mapan, tersebut terwujud apabila setiap Mahad Ali mengutamakan pembinaan secara intens dengan mempertahankan dan menggalakkan sistem halaqah.

Berdasarkan rumusan dan kesimpulan yang telah dikemukakan, maka hasil akhir dari penelitian ini berimplikasi pada pentingnya keberadaan Mahad Ali dalam upaya mereproduksi ulama yang tidak terlepas dari tiga unsur manajemen, yakni manajemen organisasi, manajemen kurikulum, dan manajemen metodologi pengajaran.

Sulaiman Taha berhasil lulus denfan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,5 dengan predikat amat baik sebagai doktor dalam bidang Pendidikan. Di UIN dia berhasil sebagi doktor yang ke 92.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami