Ingin Selesaikan Permasalahan Kota, PWK Adakan Debat Ilmiah

Facebook
Twitter
WhatsApp

Laporan | Suryani Musi

Washilah Online-Peduli dengan kota yang selalu semberawut dan tidak pernah selesai dengan masalah-masalah yang itu-itu juga, jurusan perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar Debat Ilmiah, Senin (27/06/2011).

Debat ilmiah yang bertema Implikasi Perencanaan Tata Ruang dalam Dunia Global ini memanfaatkan seluruh institusi perguruan tinggi berdasarkan ilmu yang serumpun. Yakni jurusan Arsitektur dan PWK. Yang menjadi peserta adalah PWK Universitas Hasanuddin, PWK Universitas 45, Universitas Muslim Indonesia (UMI), dan UIN dari jurusan PWK dan Arsitektur.

“Saat ini tata ruang menjadi pedoman dan acuan pembangunan dari suatu pembangunan dari suatu daerah. Mulai dari Nasional, Propinsi, dan Kabupaten. Daerah yang punya rencana tata ruang, kotanya akan berkembang tanpa perencanaan. Hasilnya semberawut,” kata Jamaluddin Jahid ST M Si IAP selaku ketua jurusan PWK.

Dia juga menambahkan bahwa Undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang seluruh kabupaten, dan kota di Indonesia harus rampung rencana tata ruang di wilayahnya (RTRW) dan sudah diperdakan tiga tahun setelah diundangkan. Namun, saat ini di wilayah Sulsel baru satu kabupaten yang telah diperdakan. Yakni Luwu Timur. Padahal deadlinenya tahun ini seharusnya selesai RTRW-nya semua daerah.

“Dengan dasar inilah yang mendorong PWK sehingga mengadakan debat tersebut. PWK sengaja mengangkat tema Implikasi Perencanaan Tata Ruang. Alasannaya karena saat ini sudah sangat terasa imlikasi dari belum diperdayakannya RTRW sehingga pemerintah membangun tanpa arahan yang jelas,” tambahnya.

Konsekuensinya adalah macet, pembangunan ruko di mana-mana, masalah banjir, masalah sampah dan masalah-masalah perkotaan lainnya.

Dari sudut kacamata keilmuan, dengan debat ini mereka berharap mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang. Membuadayakan mahasiswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah.

“Selain itu, kita juga menginginkan debat ini mampu membangun silaturahmi antar mahasiswa di Perguruan Tinggi dan lembaga profesi seperti Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IKP), dan IKA Alumni PWK itu sendiri yang mereka ajak kerja sama,” kata salah seorang anggota IKP ini.

dia juga mengharapkan bahwa semoga ini tidak hanya dalam bentu debat. Daalm dunia kampus mampu terbentuk kelompok-kelompok belajar atau diskusi dalam rangka mendorong percepatan salah satu misi atmosfir akademik yang kondusif dan ilmiah.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami