Ikut Tren atau Peraturan???

Facebook
Twitter
WhatsApp
Penulis | Mita
Washilah OnlineStyle mahasiswa masa kini, kaos oblong, celana sobek bagi para mahasiswa dan busana berbagai model, celana ketat dan segala macam aksesoris serta dandanan bak artis bagi mahasiswi. Beberapa mahasiswa merasa tidak pede untuk keluar rumah dengan style yang tidak mengikuti tren sekarang. Banyak terlihat mahasiswa maupun mahasiswi sekarang tak ingin ketinggalan tren berpakaian sekarang.
Ironis bagi sebagian mahasiswa UIN, sebagaimana kita ketahui UIN tidak menghalalkan mahasiswanya menggunakan pakaian yang ketat dan menunjukkan aurat. Singkatan Universitas Islam Negeri (UIN) dapat disimpulkan bahwa Universitas yang satu ini berbeda dengan Universitas lainnya. Dengan kata Islam di tegah-tengah Universitas dan negeri menunjukkan UIN adalah Universitas yang berlandaskan ajaran agama Islam. Namun tuntutan zaman khususnya mengenai cara berpakaian yang mengarah pada style kebarat-baratan mulai masuk dan merasuki muslim dan muslimah sekarang.

Seperti yang terlihat pada kampus hijau UIN Alauddin Makassar membuat aturan yang jelas pada buku pedoman peraturan tata tertib UIN bab III pasal 3 poin keenam berbunyi”berpakaian sopan, rapi, bersih, dan menutup aurat terutama pada saat kuliah, ujian dan ketika berurusan dengan dosen, karyawan maupun pimpinan. Khusus bagi mahasiswa wajib berbusana muslimah sesuai dengan syariat Islam” dan pada bab IV pasal 5 poin pertama “Memakai kaos oblong/tidak berkerah, celana sobek atau baju yang sobek, sarung, dan sndal, topi, rambut panjang/ atau bercat, anting-anting, kalung, gelang (khusus laki-laki) dan tato dalam mengikuti kegiatan akademik, layanan administrasi dan kegiatan kampus khusus bagi mahasiswa dilarang memakai baju dan celana ketat, tembus pandang dan tanpa barjilbab dalam mengikuti kegiatan di kampus” .
Larangan yang jelas walau telah tercantum sebelumnya pada Al-qur’an. Walau buku peraturan telah dibagikan kesemua mahasiswa dan peraturan jelas diketahui mahasiswa tapi tetap saja ada sebagian yang tetap melakukan kegiatan di kampus dengan menggunakan pakaian yang dilarang.

Beberapa pengakuan Mahasiswa yang senang melanggar mengenai gaya berpakaian di kampus merasa pede dengan menggunakan gaya baju ketat dan celana ketat ke kampus dibanding harus mengikuti peraturan UIN. 
Pada saat kuliah umum penyambutan mahasiswa baru Rektor UIN dalam sambutannya mengatakan “UIN merupakan universitas yang berlandaskan tuntunan syariat islam, berbeda dengan Universitas lain. Jadi tidak boleh disamakan pula cara berpakaian universitas lain yang bebas dengan cara berpakaian di UIN yang harus menutupi aurat”.

Selain kesadaran mahasiwa yang buruk mengenai peraturan tersebut, kurangnya partisipasi dosen dalam menegur para mahasiswa terjadi pada sebagian dosen di UIN. Dosen adalah orang yang paling sering bertatap muka dengan mahasiswa dan mestinya peran serta dosen dalam mengawasi masalah berpakaian yang paling efektif.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami