UIN Alauddin “The Green Campus”

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah Online – Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang sering disebut kampus hijau, tidak hanya unggul dari kualitas dan arsitektur gedung yang jauh berbeda dengan universitas lain yang ada di Makassar, tetapi UIN juga dikenal memiliki lahan yang luas. Namun sayangnya lahan yang luas, hanya menjadi buah bibir masyarakat kampus. Karena apa guna lahan yang luas ketika tidak terawat. 
Salah satunya taman yang berada di depan Fakultas Tarbiyahd, tepatnya  di samping mesjid, yang sering disebut “ BUNDARAN” oleh masyarakat kampus. Bundaran yang selalu menjadi tempat berdiskusi, tempat istirahat, dan menghilangkan rasa jenuh mahasiswa. Tempat tersebut sekarang tidak lagi terawat. Sampah berserakan disekitarnya menjadi penghalang keindahan kampus hijau ini. Mengurangi kesejukan hembusan angin yang ditiup melalui selah-selah pohon yang ada disekitarnya. Air mancur yang menambah keindahan taman tersebut tidak lagi mengalir dan bahkan air tersebut tergenam dan berubah warna menjadi warna coklat dan menjadi kolam ikan.

Mengenai hal tersebut, salah satu mahasiswa Tarbiyah yang enggan disebut namanya menyatakan keprihatinannya dan kekecewaanya terhadap hal tersebut. 
“Saya prihatin dengan keadaan kampus ini, yang awal-awalnya tempat ini sangat nyaman dan terawat bahkan tempat tersebut selalu ramai dikunjungi oleh mahasiswa baik dari fakultas kesehatan maupun fakultas lain. Tetapi sekarang tidak lagi diperhatikan oleh bagian kebersihan kampus”, ungkapnya.

“Kalau seperti ini perawatan lingkungan kampus, bagaimanakah nasib lingkungan kampus yang akan datang? Karena tempat ini tidak hanya dikurangi kenyamanannya dengan serakan sampah, tetapi tempat tersebut menyebarkan rasa yang tak sedap di hidung mahasiswa yang ingin beristirahat ditempat tersebut”. Hal tersebut di ungkapkan salah seorang mahasiswa Fakultas Tarbiyah, ANDI (samaran).

Laporan | Selvy

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami