Mahasiswa FAH Menuntut Kejelasan Pemotongan Beasiswa Bidik Misi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah Online – Tidak puas berorasi di depan Fakultas mereka, Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) pun melanjutkan aksinya ke depan gedung rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (26/05/2011).
Lain halnya dengan tuntutan mereka yang lebih umum mengenai kejanggalan yang ada di FAH, di depan gedung rektorat mahasiswa menuntut kejelasan mengenai pemotongan beasiswa Bidik Misi yang terjadi di UIN.

Menurut orasi mereka, ada pemotongan dana yang tidak sepantasnya terjadi pada mahasiswa penerima beasiswa bidik misi.

Hal tersebut pun dibantah oleh Kepala Bidang (Kabid) Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar. Menurut beliau, pihak rektorat tidak pernah melakukan yang namanya pemotongan dana beasiswa, khususnya bidik misi. Semua dana tersebut disalurkan pasti melalui rekening rektor dan tidak ada yang sampai ke tangan pihak rektorat.

“Kami tidak pernah memotong dana beasiswa tersebut. Yang ada di dalam panduan bidik misi, pembagian biaya hidup sekitar 600 per bulan. Mengenai sisanya itu bukan kami yang pegang, semuanya ada di rekening rektor.”

Beliau pun menambahkan bahwa mahasiswa penerima bidik misi memang telah di instruksikan agar membentuk suatu organisasi antar penerima bidikmisi dan menyelenggarakan kegiatan. Agar supaya sisa uang beasiswa tersebut dapat di salurkan pada kegiatan yang akan mereka lakukan kedepannya.

Sebelumnya beasiswa bidik misi yang dianggarkan 130 juta per semester itu memang telah di bagikan ke 90 mahasiswa di tujuh jurusan berbeda yang ada di UIN.

Adapun mengenai alur penerimaan beasiswa bidik misi, Drs H M Gazali Suyuti M HI, Pembantu Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan pun angkat bicara, “jangan khawatir, bukan kami yang menerima dana tersebut, dana itu langsung dari rekening rektor ke rekening mahasiswa penerima bidik misi. Kalau pun ada yang terpotong, itu cuma masalah teknis saja dari pihak bank”, ungkapnya.

Masih mengeluhkan persoalan pembagian beasiswa yang telah diserahkan ke setiap fakultas, mahasiswa akhirnya meminta agar ada tim peninjau dari pihak universitas yang ikut melihat kriteria mahasiswa calon penerima beasiswa di setiap fakultas. Juga diberikannya hak bagi Lembaga Kemahasiswaan fakultas terkait untuk merekomendasikan mahasiswa yang layak untuk menerima beasiswa.

Hal tersebut pun ditanggapi positif oleh Kabid Kemahasiswaan. “Baik, hal itu akan kami rapatkan lagi dengan pimpinan. Tapi kalau memang dapat terlaksana, mungkin itu tahun depan, karena tahun ini seluruh beasiswa telah dicairkan”, balasnya.

Laporan | Muajiz Muallim

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami