Washilah — Aliansi Mahasiswa Syariah gelar aksi demonstrasi di depan Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Selasa (22/9/2026).
Aksi tersebut merupakan aksi yang dua kalinya. Aksi pertama dilakukan di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Namun, tuntutan yang mereka bawa, tidak ditindaklanjuti oleh pimpinan fakultas.
Ada tiga tuntutan yang mereka bawa, diantaranya:
- Stop praktik penjualan buku kepada mahasiswa
- Perbaiki seluruh fasilitas sarana dan prasarana di lingkungan fakultas
- Evaluasi kinerja dosen dan staf akademik fakultas
Pada aksi tersebut, massa aksi lebih menyoroti praktik penjualan buku yang terjadi di lingkup FSH.
Jendral lapangan, Alfian mengatakan, meski terdapat beberapa isu yang diusung, isu praktik penjualan buku oleh oknum dosen menjadi sorotan utama.
“Memang pada aksi ini kami membawa beberapa isu, tetapi yang kami prioritaskan adalah praktik penjualan buku yang dilakukan oleh oknum dosen,” ujarnya.
Kata Alfian, praktik penjualan buku tersebut dipatok dengan harga yang sangat mahal.
“Hal yang paling kami sayangkan dan memberatkan adalah nominal yang ditawarkan untuk satu buku mencapai Rp 374 ribu,” lanjut Alfian.
Alfian juga merupakan salah satu korban dari praktik dosen tersebut.
Alfian dan massa aksi lainnya ingin pimpinan universitas untuk menindaklanjuti tuntutan yang mereka bawa.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Muhammad Halifah Mustamin meminta bukti dari tuntutan-tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa.
Halifah berjanji akan membentuk tim investigasi jika dugaan tersebut terbukti.
“Kalau benar, kami akan membuat tim investigasi untuk menindaklanjutinya,” tegas.
Aliansi Mahasiswa Syariah sudah menyerahkan bukti yang diminta Warek III ke Bagian Kemahasiswaan.
Penulis: Muh Arya Ramli (Magang)
Editor: Sappe











