Washilah — Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) gelar Aksi menolak lupa September hitam di Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut hadir sebagai pengingat bahwa Indonesia memiliki peristiwa yang kelam dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang berat.
Ketua Dema FEBI, M Yusrifar mengatakan, aksi September Hitam tidak bisa dilupakan begitu saja.
“Kita harus ingat bahwa di Indonesia punya peristiwa kelam,” ucapnya.
Seperti September Hitam, pimpinan FEBI juga belum menindaklanjuti terkait isu yang ada di lingkup fakultas.
Kata Rifar, isu penjualan buku dan perbaikan fasilitas, belum ditindaklanjuti oleh pimpinan FEBI dari tahun ketahun.
“Permasalahan ini belum selesai dari tahun ketahun. Khususnya penjualan buku dan fasilitas,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa FEBI, Ahwan mengatakan, September Hitam menjadi momentum untuk membakar semangat mahasiswa.
“September Hitam merupakan momentum untuk Membangkitkan semangat,” tutupnya.
Penulis: Ahmadin (Magang)
Editor: Sappe











