Washilah – Tutup botol yang biasanya dianggap sampah, dalam kegiatan Selasar Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) bertajuk “Mengubah Sampah Menjadi Karya” diolah menjadi gantungan kunci bernilai estetika dan ekonomis, di Pelataran FAH, Selasa (22/9/2026).
Ketua DEMA FAH, Riswan mengatakan tema tersebut dipilih karena masih ada sikap acuh mahasiswa terhadap sampah. Melalui kegiatan itu, mahasiswa diajak memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna dan kreatif.
“Kita berangkat dari keacuhan mahasiswa terhadap sampah. Maka, hadir tema ‘Mengubah Sampah Menjadi Karya’ agar sampah plastik dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Riswan berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa tidak membuang sampah sembarangan serta melihat peluang kreatif dari barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan, termasuk menjadi usaha kreatif.
Ketua Komunitas Seni Adab (Kissa), Awalkun mengatakan ide membuat gantungan kunci dari tutup botol muncul setelah melihat konten di platform TikTok tentang pengolahan barang bekas. Ide tersebut kemudian diterapkan karena banyak tutup botol di sekitar lingkungan.
Ia juga menambahkan kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa lebih peduli terhadap sampah.
“Kita lihat di TikTok tentang cara mengolah barang bekas menjadi karya, dari situ terpikir untuk membuat gantungan kunci. Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi banyak orang agar tidak langsung membuang tutup botol,” jelasnya.
Salah satu peserta, Widya Susanti mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa sampah tidak selalu harus langsung dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi barang yang berguna dan punya nilai estetika.
“Setelah melihat dan melakukan kegiatannya, ternyata dari tutup botol kita bisa membuat barang estetik. Kita bisa mengubahnya menjadi gantungan kunci yang unik,” ujar Widya.
Penulis: Ahmad Faiq Kanz Lawalata (Magang)
Editor: Rhizka Amelia











