Kuliah Umum Prodi MHU Ajak Mahasiswa untuk Seimbangkan Syariat dan Manajemen

Facebook
Twitter
WhatsApp
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan orasi pada Kuliah Umum Prodi MHU di Ruang Rapat Senat Rektorat Kampus II UINAM, Rabu (13/5/2026). | Foto: Washilah — Muh Yudhistira Fahrezi (Magang).

Washilah — Program Studi (Prodi) Manajemen Haji dan Umrah (MHU) UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kuliah umum bertema “Peran Prodi Manajemen Haji dan Umrah Menyiapkan SDM Profesional Bidang Haji dan Umrah” di Ruang Rapat Senat Lt. 4 Rektorat, Rabu (13/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, menekankan bahwa kunci sukses menjadi SDM profesional di bidang haji adalah keseimbangan kompetensi.

“Kelebihan di Manajemen Haji dan Umrah itu karena mereka punya perspektif syariat. Namun, saya selalu sampaikan jangan sampai syariatnya lebih besar ketimbang manajemennya. Harus seimbang dengan teknologi manajerial,” tegasnya.

Selain aspek manajemen, Dahnil memaparkan visi Presiden Prabowo untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang bernilai Rp100 triliun per tahun. Ia menyayangkan selama ini 80 persen perputaran uang haji justru mengalir ke luar negeri (cash out).

Lebih lanjut, Dahnil mendorong agar mahasiswa MHU diberikan ruang lebih luas untuk terlibat langsung dalam teknis penyelenggaraan haji, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Ia berharap keterlibatan sebagai petugas haji lokal dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menunjukkan dedikasi profesional mereka.

“Saya berharap agar adik-adik dari mahasiswa MHU diberikan ruang seluas-luasnya,” tambahnya.

Salah satu mahasiswa, Nur Sahira Amin mengatakan bahwa kehadiran Wakil Menteri memberikan motivasi besar sekaligus angin segar bagi masa depan karir Mahasiswa Prodi MHU. Menurutnya, gagasan mengenai keterlibatan mahasiswa sebagai petugas haji lokal adalah peluang yang sangat dinantikan.

“Kami sangat antusias dengan pernyataan Pak Wamen tadi. Selama ini kami belajar teori manajemen dan syariat di kelas, dan adanya ruang untuk terlibat langsung sebagai petugas haji lokal di Sulawesi Selatan tentu menjadi jembatan bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu tersebut secara nyata sebelum benar-benar terjun ke industri,” ujarnya.

Penulis: Nur Afni (Magang)
Editor: Rhizka Amelia

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami