Washilah — Temu Ilmiah Kader (TIKAR) 2026 yang digelar Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) resmi ditutup pada Minggu (10/5/2026).
TIKAR 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin resmi ditutup, sekaligus dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada peserta yang memenangkan lomba.
Hendra, selaku ketua panitia pelaksana, menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan ini sebagai wadah untuk para kader atau peserta agar terbiasa dengan dunia kompetitif.
”Jadi, tujuan utama dari TIKAR 2026 itu untuk membantu para kader berkembang dan sebagai langkah dasar teman-teman panitia untuk memberikan ilmu mengenai dunia lomba,” ucapnya.
Ryaas Syahputra, sebagai Direktur Eksekutif FORKEIS, menegaskan bahwa wadah pengembangan pengetahuan dan pengalaman untuk para kader ada pada TIKAR.
“Wadah persiapan adik-adik untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Di mana-mana, kan, pengalaman itu penting,” tegasnya.
Salah satu peserta TIKAR 2026, Nur Suci, mengungkapkan ketertarikannya dalam mengikuti lomba yang diadakan oleh FORKEIS.
Menurutnya, TIKAR menjadi pengalaman pertamanya dalam menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI). Terlebih lagi, dirinya banyak tahu tentang KTI setelah mengikuti kegiatan tersebut.
”Banyak pelajaran baru yang bisa diambil, kegiatannya juga positif. Saya bergabung karena ingin mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum didapatkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Suci juga memberikan pesan kepada calon peserta TIKAR pada tahun yang akan datang. Ia membeberkan bahwa mahasiswa harus lebih mengeksplorasi diri supaya bisa berkembang.
“Jangan takut mencoba hal baru. Kita sebagai mahasiswa harus berkembang dan belajar, tidak hanya di dalam kelas saja,” tutupnya.
Penulis: Muh. Arya Ramli (Magang)
Editor: Sappe











