Keterlambatan Distribusi KTM dan Minimnya Sosialisasi Saldo Tabungan Dikeluhkan Mahasiswa UIN Alauddin

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi: Washilah-Atma Sudarminata Bahari (Magang)

Washilah — Beberapa mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengeluhkan keterlambatan pendistribusian Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) serta minimnya sosialisasi terkait nominal tabungan yang tersimpan di dalam kartu tersebut.

Salah satu mahasiswa baru (Maba), Boby (bukan nama sebenarnya), mengaku sudah menunggu penerbitan KTM sejak bulan Agustus lalu, namun hingga kini belum dibagikan. Dirinya merasa keterlambatan pendistribusian menghambatnya dalam mengurus berbagai keperluan administrasi, termasuk beasiswa.

“Kalau saya sebenarnya membutuhkan sekali, karena saya mau mengurus beasiswa, tetapi KTM ini terlambat dimunculkan. Jadi, saya kesusahan untuk mengurus beasiswa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya KTM untuk mengakses fasilitas kampus dan menghindari persoalan lain yang mungkin muncul.

“Perpustakaan kalau tidak ada KTM, kesulitan meminjam buku. Padahal, akan lebih bagusnya saat meminjam buku itu kalau ada KTM. Apalagi ada itu kemarin yang pungli (pungutan liar klik di sini), gara-gara tidak ada KTM. Menurutku seperti itu,” tambahnya.

Di sisi lain, Risal (bukan nama sebenarnya) angkatan 2024, menyoroti hal yang berbeda dengan Boby. Dirinya mengaku tak mendapat informasi yang jelas mengenai saldo yang ada di dalam KTM.

“Tidak ada. Pas dikasih itu KTM, tidak ada informasi terkait saldo yang bisa ditarik,” ungkap Risal saat ditanya mengenai informasi pencairan uang Rp100 ribu.

Ia mengaku kecewa karena tidak adanya sosialisasi dari pihak terkait mengenai tabungan tersebut.

“Padahal itu uang seratus ribu rupiah bisa berguna untuk kebutuhan selama kuliah. Seharusnya ada sosialisasi atau info lebih lanjut. Pasti resah karena disayangkan sekali itu uang seratus (ribu) hilang begitu saja,” keluhnya.

Diketahui, pembayaran Rp100 ribu merupakan salah satu langkah wajib yang harus dilalui maba saat melakukan pendaftaran ulang setelah dinyatakan lulus di UIN Alauddin Makassar. Uang itu nantinya akan masuk ke dalam KTM mahasiswa dan KTM tersebut dapat digunakan juga sebagai kartu ATM.

Menanggapi hal tersebut, pihak BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP), Tri, menjelaskan keterlambatan penerbitan KTM terjadi karena proses pembukaan rekening memerlukan data mandatori yang lengkap dari ribuan mahasiswa.

“Keterlambatan ini disebabkan proses pembukaan rekening yang butuh waktu lama—hampir sebulan. Kami perlu data mandatori lengkap, seperti nama lengkap, nama panggilan, dan lain-lain, dari sekitar 5.700 sampai 5.800 mahasiswa. Setelah rekening berhasil dibuka, data kemudian kami cocokkan dan kirim ke Jakarta untuk proses pencetakan KTM,” jelasnya.

Tri juga menegaskan bahwa informasi mengenai saldo tabungan sebesar Rp100 ribu sebenarnya telah disampaikan sejak awal proses pembuatan rekening di BNI.

“Sedari awal sudah kami sampaikan untuk menginstal Wonder agar uang itu dapat dicairkan, dan proses pembuatan rekening itu mempunyai biaya administrasi sebesar Rp5 ribu per bulan. Jadi, setiap bulannya itu akan terpotong,” tegasnya.

Penulis: Gholib Al Hakam/ Reyhan Yuda Prakasa (Magang) 
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami