Washilah — Terjadi insiden penikaman terhadap salah satu panitia PBAK Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang diduga menjadi pemicu keributan di Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Diketahui dalam beberapa hari terakhir, UIN Alauddin Makassar sedang menggelar Pengenalan Budaya dan Akademik Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 27 hingga 29 Agustus. Namun, pada hari ketiga PBAK terjadi insiden penikaman yang pelakunya diduga tidak berstatus sebagai mahasiswa.
Wakil Rektor III, Prof Muhammad Khalifah Mustami, menyampaikan bahwa insiden ini terjadi pada subuh hari di luar area kampus, namun dampaknya meluas hingga ke dalam. Imbasnya, Mahasiswa Baru (maba) dipulangkan lebih awal dari biasanya.
“Penikaman ini terjadi subuh tadi di luar kampus, tetapi dampaknya ikut terasa hingga ke dalam,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa korban penikaman adalah salah satu panitia PBAK dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
“Jadi begini, tadi subuh terjadi penikaman, korbannya itu panitia PBAK FST, sedangkan pelakunya bukan dari kalangan mahasiswa,” ungkapnya.
Sementara itu, terdapat sebuah video yang berdurasi 1.30 menit beredar di WhatsApp. Di mana korban penikaman berbaring di hospital bad sembari menjawab pertanyaan dari perekam video. Dalam pengakuannya, ia menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi di dalam kampus, ia mengira pelaku adalah seorang maba.
“Di dalam gerbangmi. Saya teriaki, kan dia naik motor, hampirma’ na tabrak, dia berhenti lalu melawan, dia bilang bukan maba, tapi putih hitam pakaiannya. Saya berkelahimi, tidak saya rasa ditusuk ma’,” bebernya.
Saat ini, korban masih dirawat di Rumah Sakit, sementara pelaku penikaman diamankan oleh pihak kepolisian.
Penulis: Nur Afni (magang).
Editor: Nur Rahmah Hidayah.











