Dema- U Bahas Polemik Program MBKM Melalui Diskusi Pra-Hardiknas 2022

Facebook
Twitter
WhatsApp
Salah satu peserta mengikuti diskusi Pra-Hardiknas 2022 dan Road To Kelas Interktif Sesi pertama, diselenggarakan oleh Dema-U UIN Alauddin Makassar melalui aplikasi Zoom, Jumat(29/04/2022). | Foto: Washilah-Kardiman Aksah

Washilah – Dewan Mahasiswa Universitas (Dema-U) UIN Alauddin Makassar, bahas polemik program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui diskusi Pra-Hardiknas 2022 dan Road To Kelas Interaktif Sesi pertama. Mengangkat tema “Kebijakan MBKM : Solusi atau Masalah Baru di Perguruan Tinggi”. Diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Jumat (29/04/2022).

Adapun pemateri yang dihadirkan, yakni; Presiden Mahasiswa Universitas Hasanuddin, Imam Mobilingo, Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Kanda Ersal dan terakhir, dari Sekretaris LPM UIN Alauddin Makassar, Irwan.

Imam Mobilingo selaku narasumber pertama mempertanyakan terkait paradigma MBKM, “kampus merdeka siapa yang dimerdekakan?”

“Institusi memberikan kebebasan untuk berinteraksi secara intelektual. Namun hingga hari ini, kita sulit menemukan kebebasan itu,” lanjut Mahasiswa Jurusan Kedokteran Umum tersebut.

Mahasiswa Angkatan 2013 ini juga menyinggung dampak MBKM dari program pemagangan, “mahasiswa rentan untuk dieksploitasi,” tuturnya.

Narasumber ketiga, Ersal. Mahasiswa UIN Alauddin Makassar ini membeberkan Pendidikan harus-lah memiliki orientasi untuk menghadapi problem yang tejadi di masyarakat, utamanya di Indonesia. Hal itu berdasar pada UU No. 12 Tahun 2012.

Namun, hadirnya program MBKM membuka peluang komersialisasi pendidikan. Misalnya masyarakat dilibatkan dalam pemenuhan anggaran Pendidikan.

“Upaya memotong biaya pendidikan dan Subsidi negara. Serta memiliki dampak untuk membuka ruang terhadap pasar
Sehingga bersifat otonom. Itulah PTN-BH,
pengelolaan keuangan otonom, sehingga apa-apa yang ada di kampus harus di bayar. Termasuk tes kesehatan, bahkan map,” paparnya.

Penulis: Ismail HM (Magang)
Editor: Nur Afni Aripin

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami