Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) melakukan dialog tentang Merdeka Belajar Kampus MerdekaĀ (MBKM) di depan Pintu Dua Kampus II UIN Alauddin Makassar. Selain dialog, turut dihelat panggung ekspresi, Jumat (25/03/2022).
Ketua HMJ Sosiologi Agama, Jusran menuturkan setidaknya kegiatan serupa akan dilakukan tiga kali dalam kepengurusan. Kegiatan bertajuk āLiberalisasi Pendidikan Kampus Merdekaā ini merupakan program kerja pengurus HMJ Sosiologi Agama bidang minat dan bakat.
āSaat ini isu MBKM akan diberlakukan di setiap kampus tidak terkecuali kampus kita, itulah mengapa penting untuk mahasiswa UIN Alauddin Makassar mengetahui bagaimana sistem-sistem MBKM itu,ā ucapnya.
Salah satu narasumber, Askar Nur menjelaskan beberapa kebijakan yang menjadi prioritas dalam MBKM. Namun, hanya satu kebijakan yang hingga hari ini terus dipromosikan yakni pertukaran pelajar.
āItu yang terus ditransformasikan dan digalakan, belum menyentuh pada bagaimana mengorganisir dan mengatur ulang kurikulum yang ada, untuk sampai pada tahap itu butuh pemahaman yang mendetail,ā beber Demisioner Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar itu.
Askar menilai, MBKM secara produk tidak sesuai dengan corak yang ada di UIN Alauddin Makassar.
Penulis: Firda (Magang)
Editor: Jushuatul Amriadi











