Oleh: Heni Handayani
Peran pemuda bukan sekedar penanda tercapainya cita-cita bangsa namun benar bahwa pemuda merupakan pelaku yang sejak awal sebagai penopang akan semangat perjuangan bangsa. Hari ini merupakan sebuah sejarah penting bagi pemuda Indonesia sejak pertama kali dideklarasikannnya “Sumpah Pemuda” dengan semangat untuk perjuangan kemeredekaan Indonesia.
Dari masa kemasa, semangat pemuda tidak pernah padam meski beberapa perubahan seiring berkembangnya zaman. Pemuda yang senantiasa ada untuk Indonesia dari awal perjuangan untuk menjadi negara merdeka. Pemuda ada untuk menjaga Indonesia pada masa-masa sulit melawan beberapa penyimpangan terhadap dasar-dasar negara yaitu Pancasila.
Pemuda ada ketika Indonesia berada diambang ujung tanduk pada akhir orde lama menuju reformasi. Pemuda tanpa henti menjadi garda terdepan untuk menyuarakan keadilan untuk masyrakat Indonesia sampai sekarang. Merawat bineka tunggal ika dengan integritas dan idelisme. Sumpah pemuda menekan pada pengabdian pada Indonesia, menjunjung kebersamaan dan perbedaan serta menjaga moralitas, etika dan kearifan budaya bangsa.
Kemajuan teknologi yang sangat pesat saat ini merupakan pemegang pemuda untuk membawa Indonesia menjadi negara yang diakui dunia pada kreatifitasnya dengan menunjang kearifan lokal. Begitu pula dengan penemuan-penemuan anak bangsa yang menghantarkan Indonesia bisa bersaing di luar.
Masa pandemi bukan sebuah halangan bagi kita untuk menjadi pemuda yang selalu berkontribusi untuk kemajuan Bangsa. Meski begitu sumpah pemuda tetap membumi, ciri khas Indonesia tetap ada dengan bebas dari penjajahan modern sampai merubah idelisme Indonesia.
Bukan lagi penghalang bagi pemuda sebagai pelopor masa depan bangsa dengan banyaknya cara membanggakan Indonesia. Setidaknya tidak larut dalam pengaruh negatif dari luar dan kehidaupan sosial yang semakin baragam. Semakin pemuda berkontribusi untuk Indonesia, semakin tinggi dan kompleks tantangan yang akan dihadapi. Jangan sampai pemuda lengah dan menjadi sasaran atas penjajahan modern sampai ke idelisme bangsa. Menjaga nama baik bangsa bisa menjadi bagian dari bela negara.
Bijak dalam media sosial dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak benar atau berusaha menjadi terkenal secara instan dengan cara yang salah malah menjadi pengaruh tidak baik untuk generasi selanjutnya. Hal tersebut bisa menjadi cerminan buruk bangsa yang dapat berdampak fatal. Namun dengan pemuda yang senantiasa menampilkan hal-hal positif sesuai bidangnya merupakan salah satu cara yang efektif. Satu tujuan memperbaiki citra bangsa dengan integritas dan kepribadian dasar negara.
Hari ini merupakan momentum bagi pemuda bangsa meski banyak hal buruk yang terjadi belakangan. Dari pemimpin yang mulai tidak memiliki loyalitas untuk masyarakat dan wakil rakyat yang berhianat atas janji mereka. Maka dari itu pemuda sebagai penerus generasi bangsa mulai melakukan perubahan untuk bangsa dimulai dengan hal kecil terhadap lingkungan agar lebih terarah.
Pemuda mulai memikirkan untuk membangun bangsa dengan lebih mendalami budaya sendiri kemudian memperkenalkannya pada dunia. Sebagai pemuda yang selalu melakukan pembaharuan akan perkembangan zaman yang begitu modern dengan memadukan budaya dengan tren yang ada saat ini. Namun tentu tidak menghilangkan unsur dari budaya Indonesia.
Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020.Semoga membaik Indonesia ku, Indonesia kita.
*Penulis Merupakan Mahasiwi Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Semester III.











