Washilah – Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Al-Maun) mengadakan posko pengaduan untuk mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang kesulitan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil, Rabu (12/08/2020).
Posko pengaduan ini bertujuan untuk menerima setiap informasi keluhan mahasiswa perihal pembayaran UKT. Posko ini bertempat di Pintu II Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Penanggung jawab posko pengaduan, Iksan Suandi Nur mengungkapkan posko pengaduan ini sebagai wadah untuk mahasiswa yang mempunyai keluhan terkait pembayaran UKT.
“Diadakannya posko pengaduan ini sebagai wadah penyaluran aspirasi mahasiswa atau keluhan mahasiswa soal UKT. Tentunya ini mengalirkan setiap aspirasi mahasiswa untuk sampai di birokrasi. Inisiatif ini juga melihat kondisi beberapa fakultas atau Lembaga Kemahasiswaan yang kurang tanggap menyoal keluhan-keluhan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menambahkan tujuan diadakannya posko pengaduan ini berangkat dari banyaknya keluhan mahasiswa mengenai pembayaran UKT yang tidak memihak pada mahasiswa.
“Maka dari itu teman-teman di Al-Maun berinisiatif untuk membuat posko pengaduan, dan selanjutnya akan diadvokasi bersama agar supaya teman-teman yang memiliki keluhan perihal UKT bisa dibantu dengan menyampaikan keluhannya kepada birokrasi kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dema FAH Wawan Harun menjelaskan hadirnya posko pengaduan ini menjadi tempat untuk mahasiswa menyampaikan keluh kesahnya terkait pembayaran UKT.
“Hadirnya posko pengaduan ini semata-mata untuk mendata mahasiswa UINAM yang kesulitan bayar UKT dan menjadi tempat untuk mahasiswa menyampaikan keluh kesahnya terkait pembayaran UKT,” paparnya.
Wawan Harun juga berharap data-data mahasiswa yang sudah dikumpulkan itu bisa disampaikan kepada pimpinan fakultas maupun pimpinan kampus.
“Semoga data-data yang sudah dikumpulkan itu kemudian bisa disampaikan kepada pimpinan fakultas maupun pimpinan kampus. Juga dapat membuktikan apakah hadirnya pemotongan UKT 20% itu adalah sebuah solusi atau tidak,” ungkapnya.
Penulis: Lismardiana Reski
Editor : Rahma Indah











