Washilah – Akibat pandemi Covid-19 pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) menggelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) secara online pada Selasa (16/06/2020).
LKM ini dihadiri oleh Dekan FEBI Prof DR H Abustanu Ilyas M Ag yang bertajuk ‘Menciptakan Pemimpin Masa Depan yang Militan dan Berperadaban’ dimulai pada hari Senin hingga Selasa menggunakan aplikasi zoom meeting.
Kegiatan yang sudah ketiga kalinya dilaksanakan ini, di inisiasi langsung oleh Wakil Dekan III Bagian Kemahasiswan dan Kerjasama Dr Amiruddin, ia mengharapkan mahasiswa lebih aktif bertanya dari pada dosen.
“Saya inisiatif, jadi terkait pelaksanaan LKM Fakultas adek-adek bisa terlibat dan mendapatkan sertifikat sehingga pada pemilma kedepan tentu jika itu dipersyaratkan mereka sudah banyak memiliki sertifikat LKM, di samping itu, sebetulnya kita harapkan lebih banyak bertanya mahasiswa bukan dosen,” ucapnya.
Adapun materi yang diturunkan dalam kegiatan adalah Peran dan fungsi Lembaga Kemahasiswaan dalam Mengasa Intelektual Mahasiswa yang Bermoral dan Berperadaban, Paradigma Kepemimpinan Mahasiswa di Era Milenial Berbasis Kearifan Lokal.
Ketua panitia sekaligus Moderator Aulia Rahman B SE M menjelaskan, partisipasi peserta kurang karena tidak melibatkan seluruh fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK).
“Partisipasi peserta yang kurang aktif karena tidak melibatkan seluruh fungsionaris lembaga kemahasiswaan, dimulai dari HMJ sampai Sema dan Dema,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah pemantik untuk LK agar lebih aktif.
“Harapan saya dengan kegiatan ini, menjadi pemantik untuk adek-adek di lembaga kemahasiswaan supaya lebih aktif dan berkontribusi terhadap pengembangan institusi kita,” imbuhnya.
Dalam sebuah kesempatan Demisioner Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Sulfikar periode 2019 menuturkan, LKM yang di jalankan secara online sangat kurang efektif.
“LKM tingkat fakultas yang dijalankan secara onlineAk oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sangatlah kurang efektif, ini dikarenakan transformasi ilmu pengetahuan mengenai tantangan dan konsekuensi, dan bagaimana pemimpin seharusnya menjalankan kepemimpinanannya tidak berjalan maksimal melalui metode daring,” tutupnya.
Penulis : Reza Nur Syarika
Editor : Rahma Indah











