Washilah – Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) gelar diskusi online bertema efek new normal terhadap dunia pendidikan, Kamis (4/06/2020).
Diskusi ini dilaksanakan via grup WhatsApp, yang menghadirkan dua narasumber yakni Askar Nur (Demisioner Dema-U 2018/2019) dan Ahmad Aidil Fahri (Ketua Dema-U 2020/2021).
Askar Nur selaku pemateri pertama mengatakan bahwa kebijakan new normal hanya untuk menyelamatkan perekonomian
“New normal sebenarnya hanya merupakan kebijakan dalam menyelamatkan stabilitas ekonomi dan bisnis di Indonesia, dan ini merupakan kecacatan jika hanya ditinjau dari sisi bisnis dan ekonomi,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan mengenai prosedur tetap (Protap) Kebijakan New Normal akan sangat mempengaruhi proses pendidikan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
“Protap new normal akan sangat berdampak bagi dunia pendidikan, baik itu tingkatan dasar sampai pada tingkatan Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta. Jika dalam lingkunhan pendidikan dasar sampai menengah new normal akan mempengaruhi waktu pengajaran, yang dulunya dilakukan lebih dari 4 jam kini dilakukan hanya berkisar 4 jam dengan meniadakan jam istirahat, sementara dalam ruang perguruan tinggi hal terkecil yang dipengaruhi adalah persoalan demonstrasi, sehingga kedepannya ruang-ruang berekspresi akan terkikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya benar-benar menghilang,” jelasnya.
Ahmad Aidil Fahri, selaku narasumber kedua juga mengharapkan adanya kerjasama yang bisa diusung pemerintah pusat dengan pimpinan Universitas.
“Jika kita melihat hari ini, proses perkuliahan daring masih kerap mengalami hambatan dan ini bisa saja dimaksimalkan jika pemerintah pusat bisa bersinergi dengan pimpinan kampus dalam memecahkan problem yang terjadi pada perkuliahan daring agar pembelajaran di situasi covid19 ini bisa efektif dan juga mengenai ketangguhan karakter yang sempat dilontarkan Rektor UIN Alauddin, ketangguhan karakter ini sebenarnya bisa tercapai ketika pimpinan telah memenuhi hak-hak mahasiswa selama pandemi ini berlangsung,” tutupnya.
Reporter: Ilham Hamsah
Editor: Nurul Wahda Marang











