Spirit Humanisme

Facebook
Twitter
WhatsApp
Dok Pribadi I Sigit

Oleh: Sigit

Kemanusiaan merupakan cerminan sifat-sifat ketuhanan. Memuliakan manusia berarti memuliakan penciptanya, demikian juga ketika merendahkan manusia berarti merendahkan penciptanya. Analogi sederhananya adalah ketika seorang istri membuat makanan lalu dihidangkan kepada suaminya, untuk membuat senang sang istri jelas yang dilakukan sang suami harus memakan habis makanan sang istri. Manusia dan Tuhan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Manusia meyakini bahwa ada zat yang maha ada, yakni satu-satunya zat yang hakiki, maha cinta kasih. Ketauhidan yang bersifat ilahi itu diwujudkan dalam perilaku perjuangan sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan dalam menegakkan nilai kemanusiaan.

Banyaknya krisis kemanusiaan universal yang terjadi baik itu dari perspektif sosial, politik, agama maupun budaya. Begitu penting memastikan sebanyak mungkin orang yang mampu ikut berpartisipasi atau berjuang menjaga nilai-nilai kemanusiaan secara ikhlas dan setara. Tentu ini bukan tugas yang mudah sebab banyak yang mengancam keberlangsungan ini, seperti ketamakan, iri hati, dengki, juga orang yang keberpihakannya pada kelompok tertentu. Hal-hal ini yang membuat kita sadar atau tidak mendukung perilaku ketidakadilan atau kebijakan yang diskriminatif pada kelompok manusia tertentu.

Apakah mungkin mereka yang kerap diperlakukan tidak adil, tidak setara, yang dituduh macam-macam, yang sering dipandang dengan penuh prasangka, apalagi dipersekusi dan didiskriminasi akan bersedia suka rela ikut membantu kepentingan yang lain? Kemungkinan besar tidak. Menindas dan memaksa mereka untuk mau berkontribusi juga bukan solusi. Penindasan hanya menimbulkan perlawanan, entah itu secara diam-diam atau terang-terangan.

Di sinilah nilai kemanusiaan bisa membantu kita. Sangatlah indah ketika semuanya bisa menyadari bahwa setiap manusia saling membutuhkan, kita akan terdorong belajar merangkul bagi mereka yang berbeda bukan malah memukul. Di mana orang akan terbiasa memandang warna kulit, suku, ideologi, atau jenis kelaminnya sebagai sesama manusia yang setara harkat dan martabatnya dengan kita sendiri. Demikian juga di mana agama bisa saling bertegur sapa sebab menu utama yang disajikan adalah norma-norma kebaikan.

Merupakan tanggung jawab bagi manusia sebagai makhluk Tuhan paling mulia yang dipercaya untuk mengelola dan memakmurkan bumi dan alam semesta. Sebab salah satu keromantisan Tuhan dengan manusia yakni menghendaki manusia untuk berkehendak.

Demikianlah, demi melestarikan bumi, kemanusiaan merupakan salah satu nilai moral yang penting untuk diupayakan dan dikampanyekan. kita perlu untuk selalu belajar memandang semua orang sebagai sesama manusia seutuh-utuhnya.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Manajemen haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Semester III.

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami