Washilah – Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) bekerja sama dengan Makassar International Writers Festival (MIWF) adakan Seminar Internasional bertajuk “Minority/Mayority-Managing The Harmoni.” Bertempat di Leacture Theater (LT) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar, Kamis, (27/06/2019).
Kegiatan yang mengangkat persoalan minoritas dan mayoritas untuk mencapai keharmonisan dalam perspektif sastra ini menghadirkan penggiat sastra ternama seperti Joko Pinurbo, William Letford, Maria Pangkratia, dan Mario F Lawi.
Salah satu pembicara, Joko Pinurbo mengatakan sastra adalah jalan yang begitu mengagungkan kemanusiaan.
“Saya adalah orang Jawa yang merupakan masyarakat mayoritas di Indonesia dan saya Katolik dan minoritas di Indonesia, jadi saya mayoritas sekaligus minoritas. Tapi sastra mengantarkan saya pada hidup yang sesungguhnya karena dalam sastra tidak ada manusia mayoritas dan manusia minoritas yang ada hanya manusia titik,” paparnya.
Selain itu penyair asal Jwa barat ini juga menambahkan bahwa sastra juga merupakan jalan untuk menyatukan segala paham dan ideologi sebab sastra bisa masuk untuk menjadi pemersatu dan penyampai suara kemanusiaan.
Ketua HMJ Bahasa dan Sastra Inggris, Rini Asriasni yang juga merupakan peserta sangat sepakat dengan apa yang disampaikan oleh para pembicara bahwa dalam sastra tidak ada manusia yang mayoritas dan minoritas.
“Saya sangat sepakat dengan apa yang sampaikan oleh pembicara bahwa yang ada hanya manusia dan tidak ada manusia yang mayoritas ataupun minoritas,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menambahkan merasa sangat bangga jurusannya bisa bekerja sama dengan pihak MIWF dan menjadi tuan rumah kegiatan ini.
“Kami merasa sangat bangga bisa jadi tuan rumah dalam salah satu kegiatan MIWF ini, dan kami hanya punya waktu 2 hari untuk mempersiapkan diri menjadi penyelenggara dengan peserta yang begitu antusias sampai-sampai ruangannya penuh dan kursi tidak cukup,” tutupnya.
Penulis: Lihind (Magang)
Editor: Dwinta Novelia











