Washilah – Salah satu peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tetap diikutkan ujian oleh pengawas ruangannya meskipun ada aturan yang tidak memperbolehkan mengenakan celana bagi perempuan, Selasa (28/05/2019).
Ujian yang berlangsung di Madrasah Aliah Negeri 2 Makassar tersebut, setiap ruangannya diawasi oleh 2 pengawas yang tiga puluh menit sebelum ujian telah berada dalam ruang ujian. Sebelum ujian dimulai peserta akan diingatkan terkait aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara ujian.
Ketua Jurusan Ilmu Perpustakaan, Andi Ibrahim yang juga sebagai penanggung jawab lokasi membenarkan peserta perempuan tidak diperbolehkan menggunakan celana pada saat ujian.
“Peserta yang menggunakan celana pada saat ujian harus lebih dulu mengganti celana, sebelum ujian berjalan selama tigah puluh menit. Karena budaya kita di UIN Alauddin Makassar tidak diperbolehkan menggunakan pakaian yang tidak sopan baik itu berupa celana,” paparnya.
Salah seorang peserta ujian, Nurul Aziza mengatakan bahwa sebelumnya ia tidak tahu kalau tak dibolehkan menggunakan celana, namun dia ditoleransi oleh pengawas.
“Sebelumnya saya tidak tahu kalau tidak diperbolehkan menggunakan celana, saya kira hanya celana jeans yang dilarang. Sempat ditegur oleh pengawas ruangan tapi ditoleransi karena rumah saya jauh,” ujarnya.
Pengawas ruangan, Nasriah menjelaskan peserta harus taat terhadap aturan, tapi karena ada rasa kemanusiaan dan beberapa peserta belum tahu terlalu jelas terkait peraturan tersebut, makanya tetap diikutkan.
“Memang ada aturan yang melarang peserta perempuan menggunakan celana jeans atau ketat. Peserta ujian juga ada yang memakai celana dan saya tegur tapi dia lupa dilarang pakai celana dan rumahnya juga jauh. Saya kasihan juga kalau saya suruh pulang padahal mereka niatnya datang ujian,” jelasnya.
Penulis: M Shoalihin (Magang)
Editor: Dwinta Novelia











