Washilah – Peringatan hari jadi ke-10 tahun Forum kajian ekonomi syariah (Forkeis) UIN Alauddin Makassar, diawali dengan kegiatan tablig akbar yang bertujuan membumikan ekonomi syariat, bertempat di Masjid Agung Syech Yusuf, Sungguminasa, Gowa, Jumat (22/02/2019).
Berdiri sejak 2009 tahun yang lalu, Forkeis semakin giat melakukan sosialisasi dan pengkajian ekonomi syariat dikalangan kampus peradaban, hingga menuju satu dekade organisasi ekstra kampus UIN Alauddin mengemas tablig akbar bertajuk “Ekonomi Syariah Pilar Kemakmuran Bangsa”.
Ketua Dewan Perwakilan Luar Negeri Wahdah Islamiyah, Ustaz Fakhrurrazi yang didaulat sebagai narasumber mengatakan, keterpurukan suatu perekonomian karena sistemnya yang bermasalah, seperti alat transaksi, tempat menabung, dan manusia yang bekerja didalamnya tidak sesuai dengan syariat Islam.
“Keterpurukan perekonomian saat ini karena sistem yang tidak sesuai syariat, maka pengelolaan perekonomian dengan sistem syariat, kemakmuraan akan dicapai, dengan itu keadilan bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif Forkeis Miftahul Khaer mengatakan, tema yang diangkat pada tablig akbar sesuai dengan jalan dakwah Forkeis.
“Tema yang diangkat pada tablig akbar ini sesuai dengan jalan dakwah Forkeis, yakni membumikan ekonomi syariah dan telah dihadiri ratusan jamaah muslim dan muslimah,” tuturnya.
Lebih lanjut, Miftahul Khaer berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan memberikan pemahaman kepada masyarakat umum bahwa ekonomi syariat merupakan alternatif perekonomian di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut Forkeis bekerja sama dengan Rumah Zakat, mengumpulkan donasi untuk korban bencana banjir di Sulawesi selatan.
Penulis : Nur Alif
Editor : Suhairah Amaliyah











