“Negeriku Yang Malang” Oleh Sri Resky Laura Fajriyanti

Facebook
Twitter
WhatsApp
Sumber Ilustrasi : Republika.co.id

Kata orang.
Negeriku kaya nan elok.
Namun.
Keelokannya bak nyanyian tidur.

Negeriku seolah ditelan bulat-bulat.
Rakyatku kian tersesat tipu muslihat.
Sedangkan si mulut manis kian bergelimang.

Siapa yang harus bertanggung jawab?
Sang pengambil kebijakan.
Yang menjadikan negeriku hamba pengemis hutang.
Ataukah generasi muda yang hanya tahu hidup boros berasaskan gengsi?

Rasa malu menjadikan kita tak ingin dianggap negeri miskin.
Tak berharta.
Hingga membuat kita menjadi pengemis hutang di hadapan dunia.

Lalu?
Kemanakah negeri yang kaya nan elok itu?
Oh negeriku yang malang.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan komunikasi (FDK) semester II

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami