Washilah – Green Architecture Community (Gary) yang merupakan rangkaian dari acara HIERARCHY (History, Culture, Archite, Sosiety) mengadakan seminar bambu dengan mengusung tema “Pengembangan Wilayah Pesisir Pantai Berbasis Kearifan Lokal,” berlangsung di Atrium Nipah Mall Makassar. Kamis (03/05/18)
Ketua umum Jalaluddin Rahman mengatakan, seminar itu diadakan untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat dan mahasiswa akan potensi bambu.
“Bambu selama ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat bahkan mahasiswa pun tidak terlalu memperhatikan akan manfaat bambu yang begitu besar,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut sebagai batu loncatan buat Gary untuk melebarkan sayap bukan hanya titik sekitar kampus tetapi mampu membackup kegiatan-kegiatan di bidang arsitektur yang ada di kota makassar.
Terkait hal tersebut dosen Arsitektur Universitas Fajar (Unifa) Tahang memaparkan bambu dimata internasional adalah bahan material masa depan tetapi di Indonesia hanya digunakan untuk membuat pagar.
“Bambu di Tiongkok dan Vietnam sudah menjadi bahan baku mahal, dan mampu menggantikan pohon sebagai penyedia bahan baku kayu sedangkan di Indonesia khususnya Makassar yang memiliki banyak spesies bambu dianggap biasa dan hanya digunakan untuk membuat pagar,” ungkapnya.
Penulis : Erwin/Dini Ariani
Editor : St Nirmalasari











