“Pojok Akal” Oleh Muhammad Irwan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustrasi | Muhammad Irwan

Itu tak biasanya.
Resah, keramaian melamun tak bersua.
Gelap berpaling alur dibaliknya.

Meradang, seolah tangan membeku tiada arti.
Tertutup ruang dini hari.

Menghantui indahnya alam mu.
Setangkai niat tulus terjangkau

Langkah menggoreskan jejak demi jejak menuju pojok terakhir.
Titik dimana senja yang menyapa ketenangan warna.

Berdiri sendiri tanpa desir percik semesta.
Tersesat mengelilingi belantara bumi.
Mencari lalu menunggu kehampaan hilang.

“Memaknai antara mati akal atau mati rasa” dimensi tetap bernafsu.
Lalu Lupa Menyatu.

*Penulis merupakan mahasiswa semester IV jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami