Washilah — Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi (SI) Angkatan 2025 Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar sukses menggelar puncak perayaan Kreativitas dan Solidaritas (Kreasi) bertajuk “Satu Dekade, Satu Rumah, Satu Cerita” di Monumen Mandala, Sabtu (1/8/2026).
Menghadirkan berbagai pementasan, di antaranya pertunjukan Band, Teater, Sitobo’, Sastra, serta Tari Mappakaraja Tau Pole yang merepresentasikan tema kegiatan sekaligus perjalanan Jurusan Sistem Informasi selama sepuluh tahun.
Ketua Umum Himpunam Mahasiswa Jurusan SI, Alwan Dwi Permana menjelaskan tema dipilih untuk menggambarkan perjalanan panjang inaugurasi yang telah berlangsung sejak Angkatan 2015 hingga 2025. Menurutnya, tema tersebut menjadi simbol keberlanjutan estafet organisasi dari generasi ke generasi.
“Sepuluh tahun bukan sekadar angka, tetapi merupakan perjalanan panjang dan jejak yang telah ditinggalkan oleh angkatan-angkatan terdahulu yang juga melaksanakan Kreasi pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa penampilan teater dan puisi pada malam puncak Kreasi mengangkat kritik terhadap budaya senioritas yang dinilai sudah tidak relevan di lingkungan kampus. Kritik tersebut dikemas secara kreatif, menghibur, sekaligus edukatif sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima oleh penonton.
Ketua Panitia Kreasi Angkatan 2025, M Rizqi Faturrahim mengatakan kegiatan yang menjadi agenda tahunan tersebut bertujuan membangun sekaligus mempererat solidaritas mahasiswa, khususnya Angkatan 2025. Melalui proses berkesenian dan kebersamaan selama persiapan hingga malam puncak.
“Kreasi ini mampu menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan solidaritas teman-teman angkatan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jurusan SI, Asrul Azhari Muin menyampaikan bahwa perayaan satu dekade Kreasi bukan sekadar menandai perjalanan, tetapi juga menjadi simbol proses panjang yang telah dilalui setiap generasi mahasiswa Sistem Informasi.
“Kita melewati banyak rintangan dan hari ini adalah perayaan kemenangan. Jadi semua penampilan dan rangkaian kegiatan perlu diapresiasi,” ucapnya.
Penulis: Risaldi Anggara (Magang)
Editor: Rhizka Amelia











