Washilah — Kecemasan menghadapi masa depan menjadi sorotan dalam seminar Qur’an yang digelar oleh Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Ar Rahmah di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Sabtu (10/10/2026).
Salah satu Narasumber, Hikmahwati dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa seseorang yang mengalami kecemasan merupakan tanda lemahnya keimanan. Padahal, kondisi tersebut perlu dipahami dari berbagai sudut pandang.
“Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Karena kecemasan tidak dapat serta Merta dikaitkan dengan lemahnya keimanan seseorang,” tegasnya.
Menurutnya, kecemasan dapat diperkuat oleh pikiran otomatis negatif, termasuk prasangka terhadap orang lain.
Dalam konteks ini, ia mengaitkannya dengan ajaran Al-Qur’an yang mengingatkan manusia untuk menjauhi prasangka buruk sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.Al-Hujurat ayat 12.
Sementara itu narasumber lainnya, Muhammad Humaedi Hatta menjelaskan, pentingnya menjaga kebersihan hati melalui interaksi yang konsisten dengan Al-Qur’an.
Menurutnya, membaca dan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter.
Ketua Panitia, Muhammad Ilyas mengatakan Seminar Al-Qur’an ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an.
“Al-Qur’an memperdalam pemahaman tentang kandungan dan nilai-nilainya, mendorong kita untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya
Penulis: Nurhayati Aman (Magang)
Editor: Sappe











