PRJ Hari Pertama HMJ Jurnalistik Hidupkan Kembali Budaya Sulawesi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Para narasumber yang terdiri dari Bissu, Sekretaris AJI dan Dosen Universitas Sawerigading dalam Dialog Public yang merupakan rangkaian kegiatan PRJ HMJ Jurnalistik di LT FDK, Selasa, (2/12/2025). | Foto: Istimewa.

Washilah — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar kembali menggelar Pekan Raya Jurnalistik (PRJ) hari pertama di Pelataran FDK, Selasa, (2/12/ 2025).

Kegiatan ini mengusung tema “Jejak Leluhur di Balik Aksara” yang berlangsung selama tiga hari mulai 2–4 Desember 2025, diisi berbagai penampilan dan agenda yakni Anggaru, Tari Paduppa, Pemotongan Pita, Pameran Foto, Lapak Baca dan Dialog Public.

Ketua panitia, Syahrul Yahya mengatakan PRJ tahun ini berfokus pada warisan budaya Sulawesi Selatan, yaitu La Galigo karena semakin sedikit generasi muda yang mengenalnya, padahal karya tersebut merupakan warisan leluhur yang diakui UNESCO.

“Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap budaya Sulawesi,” ujarnya.

Syahrul juga menambahkan, dalam sesi Dialog Public dihadirkan Bissu sebagai narasumber karena memiliki peran penting dalam kisah La Galigo, khususnya terkait spiritualitas dan isu gender. Selain Bissu, PRJ turut menghadirkan narasumber dari Unhas serta jurnalis untuk memperkaya sudut pandang mengenai budaya dan peran media.

Ketua HMJ Jurnalistik, Rendy Pasolon menuturkan PRJ merupakan bentuk dukungan bagi mahasiswa untuk menampilkan karya mereka. Ia juga menekankan pentingnya peran jurnalisme dalam mempublikasikan dan memperkenalkan kembali budaya Sulawesi Selatan melalui kegiatan semacam ini.

“PRJ menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memamerkan karya sekaligus melihat bagaimana jurnalisme berperan dalam menyebarkan informasi budaya,” katanya.

Penulis: Nur Afni (Penulis)
Editor: Hardiyanti

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami