Washilah — Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Komisariat UIN Alauddin Makassar memperingati hari lahir (Harlah) dengan mengusung tema “Revitalisasi Identitas Kekoprian menuju Perempuan Berdaya dan Kopri Digdaya.”
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari mulai tanggal 26-11 November 2025 yang diisi berbagai agenda yakni Dialog Publik, Pemotongan Tumpeng serta aksi penggalangan donasi untuk korban bencana di Sumatera.
Ketua Kopri Komisariat UIN Alauddin Makassar, Ailah Nabila menyampaikan bahwa Harlah kali ini dikemas dalam dua agenda utama, Dialog dan Kopri Berbagi. Keduanya dirancang sebagai ruang refleksi dan kontribusi sosial bagi kader.
“Dialog menjadi ruang untuk menengok kembali jejak perjuangan Kopri dan merefleksikan identitas yang harus terus kita hidupkan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tema besar yang diangkat mencerminkan semangat kader perempuan untuk bangkit dan berdaya. Revitalisasi identitas Kekoprian, menurutnya adalah kesadaran kolektif untuk membangun kepercayaan diri dan daya juang kader baik di internal organisasi maupun di ruang publik.
“Tema ini menurut saya seperti panggilan untuk membangkitkan kembali semangat keberanian dari leluhur kita, keberanian untuk berbicara lantang, tampil di depan, dan memimpin dengan tegas,” tambahnya.
Salah satu peserta kegiatan Siti Fatimah Ibrahim Kasim, menuturkan rangkaian Harlah Kopri tahun ini bukan sekadar seremonial, setiap kegiatan yang disusun memberi pesan kuat untuk menghidupkan kembali identitas dan semangat perjuangan perempuan Kopri.
“Menurut saya, Harlah kali ini sangat bermakna. Tidak hanya menjadi perayaan, tetapi benar-benar menghadirkan ruang refleksi dan penguatan bagi kader,” ujarnya.
Ia berharap semangat revitalisasi yang digaungkan dalam Harlah tidak berhenti sebagai slogan sesaat.
“Saya berharap Kopri semakin digdaya, semakin berpengaruh, dan terus melahirkan perempuan-perempuan yang siap memimpin,” tutupnya.
Penulis: Risaldi Anggara (Magang)
Editor: Hardiyanti











