Washilah — Sejumlah Mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) merasa keberatan dengan harga atribut laboratorium yang dijual oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), harga yang ditetapkan dinilai terlalu mahal.
Salah satu mahasiswa, Bowo (bukan nama sebenarnya) mengaku ingin membeli di tempat lain, namun batal karena atribut yang digunakan harus sesuai dengan yang tersedia di HMJ dan laboratorium.
“Mauja’ sebenarnya beli di luar tapi na tanya ki kalau semisal beli di luarki’ baru tidak sama seperti yang na punya HMJ atau lab, bakal disuruh beli ulang, jadi takkala beli di HMJ saja,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa harga awal yang ditetapkan HMJ berjumlah Rp690 ribu, kemudian diturunkan menjadi Rp570 ribu karena banyaknya protes dari mahasiswa.
“Sebenarnya harga awalnya Rp690 ribu, alat lab sama jas, tapi karena banyak protes jadi sisa Rp570 ribu,” ungkapnya.
Menurut Bowo, harga yang terpasang saat ini masih terbilang mahal. Berbanding jauh dengan harga di tempat lain yang totalnya tidak mencapai Rp500 ribu.
“Kemahalan iya, ndak ngotak harganya, karena temanku beli jas lab Rp90 ribu, baru kotak lab-nya Rp300 ribu,” tuturnya.
Mahasiswa lainnya, Jaka (bukan nama sebenarnya) juga menganggap atribut yang dijual HMJ tergolong mahal, untuk itu ia membeli di tempat lain.
“Kalau saya pribadi mahal, Kak, dan karena ada yang lebih murah di luar yah lebih baik beli di luar, dan sama ji alat-alatnya,” ucapnya.
Ketua HMJ Farmasi, Nurhidayat, menuturkan bahwa pembelian alat laboratorium di HMJ tidak diwajibkan, mereka hanya memfasilitasi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
“Saya sendiri sebagai ketua HMJ tidak ada pernyataan mewajibkan pembelian perlengkapan lab di HMJ, kami hanya mewadahi karena berdasarkan pengalaman, jangan sampai adik-adik membeli alat yang tidak dibutuhkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hidayat juga mengatakan bahwa pihak HMJ siap meminjamkan kotak alat dan jas laboratorium kepada mahasiswa yang tidak mampu membeli atribut.
Menanggapi hal itu, Ketua Jurusan Farmasi, Muh Rusdi, mengatakan selama ini tidak pernah menerima konfirmasi terkait penjualan atribut laboratorium yang dilakukan oleh HMJ Farmasi.
“Saya mendapat informasi bahwa pihak HMJ menjual alat lab, tapi sampai saat ini tidak ada konfirmasi langsung, kami juga tidak minta di mana mahasiswa membeli peralatan lab,” katanya saat diwawancarai Jumat lalu (19/9/2025).
Rusdi juga menegaskan akan mengecek dan melakukan tindakan terhadap keluhan dari mahasiswa.
“Kalau memang harga yang di luar Rp300 ribu, sementara yang dijual Rp600 ribu, kenaikannya itu sangat memberatkan sekali, itumi nanti kami cek langsung dan tindaki,” tegasnya.
Penulis: Gholib Al Hakam/ Reyhan Yuda Perkasa (magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah











