Washilah — Petunjuk Teknis (Juknis) Pengenalan Budaya Akademik Kemahasiswaan (PBAK) yang belum keluar menjadi hambatan calon mahasiswa baru dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) untuk persiapan PBAK.
Salah satu calon mahasiswa, Raihan, mengatakan bahwa ia tidak tahu akan mempersiapkan apa saja untuk menyambut PBAK nanti, karena tidak adanya informasi yang beredar.
“Kalo dari pakaian, Kak, siap mi, kalo dari segi materi dan lainnya belumpi, karena tidak tahu apa lagi mau dipersiapkan,” katanya, Selasa (29/7/2025).
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Saldi, menjelaskan bahwa keterlambatan edaran juknis menjadi hambatan, dan hal ini bukanlah fenomena yang baru.
“Pimpinan ingin merepresif mahasiswa, dan hal ini berpengaruh pada lembaga kemahasiswaan,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa waktu yang singkat dan koordinasi dengan berbagai himpunan mahasiswa menjadi hambatan utama dalam mempersiapkan acara yang meriah.
Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan, Bahar, saat ditemui pada Rabu (30/7/2025), menjelaskan bahwa PBAK akan tetap diselenggarakan secara offline, ia memastikan juknis akan diterbitkan paling lambat awal Agustus, dan pelaksanaan PBAK dijadwalkan pada tanggal 27 dan 28 Agustus.
“Kami sedang berupaya agar pelaksanaan PBAK berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa baru,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa ada perubahan durasi pelaksanaan PBAK, dari tiga hari menjadi dua hari.
“Satu hari untuk kegiatan tingkat universitas dan satu hari untuk fakultas,” terangnya.
Terkait juknis yang belum resmi dikeluarkan, Bahar menyampaikan bahwa pihaknya masih mencatat dan merampungkan petunjuk tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih pengajuan dana antara lembaga kemahasiswaan dan fakultas.
Penulis: Syahraty Ridhayah S (magang)
Editor: Nur Rahmah Hidayah











