Washilah — Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar yang baru saja diresmikan hadir membawa konsep unik, memadukan layanan kesehatan modern dengan nilai-nilai spiritual Islam yang menjadi simbol inovasi Kementerian Agama RI dalam menghadirkan pelayanan medis berbasis keagamaan di Indonesia Timur.
Rumah sakit sembilan lantai ini memiliki lebih dari 200 kamar dan direncanakan menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Alauddin.
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis mengatakan kehadiran rumah sakit ini merupakan wujud dari mimpi panjang dan kerja keras berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dan kepedulian dalam layanan kesehatan.
“Kami ingin rumah sakit ini tidak hanya melayani tubuh, tetapi juga menyentuh jiwa. Kita akan kembangkan pelayanannya sebagai rumah sakit kemanusiaan yang utama, dengan semangat Islam,” ujarnya.
Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar menyampaikan rumah sakit ini tidak hanya menjadi layanan kesehatan umum biasa, tetapi juga akan menghadirkan pendekatan pengobatan berbasis keislaman dengan memadukan antara teknologi medis modern dan nilai spiritual yang diharapkan dapat menjadi ciri khas sekaligus pembeda utama dari rumah sakit lain di kawasan Sulawesi Selatan.
Ia menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan dalam pelayanan kesehatan. Dimana Rumah Sakit UIN Alauddin sebagai RS pertama di wilayah Indonesia Timur yang mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan ajaran keagamaan dalam praktik pelayanannya.
“Kami berharap akan lahir Ibnu Sina baru dari rumah sakit ini. Rumah sakit ini punya ciri khas, yaitu pendekatan keagamaan. Di sini ada doa, ada nilai-nilai Islami yang dikombinasikan dengan pengobatan modern,” jelasnya.
Dirinya juga menyebut konsep ini sebagai bentuk integrasi ilmu dan iman, yang menjadi bagian dari visi pendidikan dan layanan umat Kementerian Agama. Rumah sakit ini juga dirancang untuk memberi ruang bagi pendekatan penyembuhan yang holistik, tidak hanya secara fisik tetapi juga spiritual.
“Kami titip kepada semua pihak, mari sama-sama kita rawat modal dasar ini. Ini bukan hanya fasilitas, tapi asa dan cita umat,” tutupnya.
Sementara itu, Direktur RS UIN Alauddin, dr Purnamaniswaty menuturkan dalam waktu dekat, manajemen rumah sakit akan menargetkan akreditasi untuk dapat bermitra dengan BPJS dan menjangkau lebih luas lapisan masyarakat.
“Meskipun masih dalam proses akreditasi, kami optimis pelayanan dasar dapat segera terpenuhi,” katanya.
Penulis: Zahra Awalia (Magang)
Editor: Hardiyanti











