Sosok Prof Mustari Mustafa, Kandidat Rektor UIN Alauddin yang Tak Lolos Seleksi Administrasi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Prof Mustari Mustafa. Foto: Istimewa.

Washilah – Prof Mustari Mustafa digugurkan sebagai bakal calon Rektor UIN Alauddin Makassar Periode 2023-2027 setelah dirinya dinyatakan tidak lolos administrasi Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor (PPBCR) beberapa waktu lalu. Keputusan itu menuai polemik.

Guru Besar Bidang Ilmu Filsafat ini dianggap tidak punya pengalaman manajerial pada perguruan tinggi minimal Ketua Jurusan selama dua tahun.

Meski diketahui Prof Mustari pernah menjabat Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone 2015 hingga 2019 sekalipun dirinya diangkat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Bangkok 2017.

Walau begitu, Prof Mustari mengaku tetap menjalankan tugas di STKIP atas persetujuan dari Pimpinan STKIP.

Namun, Panitia Penjaringan menyoroti karier Prof Mustari yang diangkat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Bangkok 2017 hingga ia tidak dianggap memiliki pengalaman manajerial selama dua tahun hingga digugurkan sebagai calon Rektor.

Menanggapi keputusan tersebut, Prof Mustari melayangkan surat keberatan. Dirinya mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah hukum apabila pengumuman tidak dianulir dan tidak diproses selama masa keberatan.

Lantas, siapa sosok Prof Mustari Mustafa tersebut?

Prof Mustari Mustafa lahir di Desa Siru, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur 30 September 1971 silam.

Sebelum dilantik menjadi Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Alauddin Makassar 2022 lalu, Prof Mustari sudah malang melintang sebagai akademisi.

Ia menyelesaikan pendidikan S1 pada 1995 di IAIN Alauddin Ujung Pandang dengan studi Penerangan dan Penyiaran Agama Islam.

Dia melanjutkan Pendidikan S2 di Universitas Negeri Makassar studi Pendidikan Ilmu Sosial pada tahun 2000, dan menyelesaikan pendidikan Doktor Filsafat pada 2009 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Prof Mustari juga banyak terlibat dalam pendidikan dan pelatihan profesional. Seperti Coady Intern’l. Institute, St franciskus Xaverius University, Antigonish-Canada; dan publikasi baik dari buku dan publikasi ilmiah serta menjadi penyunting atau editor di Jurnal Nasional dan Internasional.

Untuk posisi strategis, Prof Mustari merupakan pendiri sekaligus direktur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Otonomi Daerah (NGO), Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Character Building Training UIN Alauddin Makassar.

Selain menjadi dosen di UIN Alauddin Makassar, Prof Mustari juga merupakan Ketua Lembaga Kerjasama dan Hubungan Internasional di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone periode 2015 sampai 2019. Pada 2017 lalu, dirinya diangkat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Bangkok.

Prof Mustari juga pernah mengikuti program Diploma Community Development di Coady Institute Canada, aktif menjadi Trainer Asset Based Community Development. Pernah menjadi team Project Implementation Unit untuk Proyek Supporting Islamic Leadership Indonesia dan Canada.

Pengalaman dalam dunia pendidikan dan pengabdian sudah Ia dedikasikan dalam waktu yang tidak singkat. Atas pencapaiannya, Prof Mustari dianugerahi piagam penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Penulis: Saldi Adrian
Editor: Irham Sari

  Berita Terkait

  Populer

  Iklan

  Tabloid Washilah

Tabloid Edisi 122: KIP Kuliah Marak Calo

  Video

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami