Diskusi Publik SPeKS: Merawat Ingatan Tragedi Kemanusiaan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Diskusi publik "Tragedi kemanusiaan yang terlupakan" yang digelar Solidaritas perlawanan kekerasan seksual (Speks) di depan gedung lama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Rabu (21/09/2022). | Foto : Washilah-Ahmad Bilal

Washilah – Solidaritas Perlawanan Kekerasan Seksual (SPeKS) peringati september kelam dengan menyelenggarakan diskusi publik bertema “Tragedi kemanusiaan yang terlupakan” di depan gedung lama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Rabu (21/09/2022).

Diskusi tersebut menghadirkan tiga pembicara, di antaranya dari Komunitas Sulu Makassar, Rifka Muchlis; Penulis buku “Bangku Depan”, Askar Nur; dan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Sulawesi, Asyari Mukrim.

Anggota SPeKS, Ucay mengatakan, kegiatan ini untuk mengingat kembali tentang kejadian kelam di bulan september.

“Untuk rawat ingat, untuk menolak lupa tragedi kemanusiaan yang dilupakan. Karena selama sepanjang sejarah, bulan september itu banyak kasus kekerasan HAM seperti kehilangan munir dan masih banyak,” ucapnya.

Salah satu pemateri, Rifka Muchlis juga menyinggung tentang femisida, penghancuran gerakan perempuan. Kata dia, Femisida merupakan kejahatan yang paling tinggi terhadap perempuan.

“Ini sesuai dengan versi Komnas HAM. Karena kejahatan banyak versinya. Ada pelecehan secara verbal dan non verbal, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan femisida adalah bentuk kejahatan yang paling tinggi terhadap perempuan.” 

Penulis : Ahmad Bilal (Magang)

Editor : Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami