Bagaimana Menyusun Strategi dan Dinamika Advokasi 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Fajar Nur Alamsyah, saat menjadi pemateri Pendidikan Khusus Mahasiswa Ilmu Hukum (PKMIH) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum (IH) di LT FSH, Sabtu (20/08/2022).

Washilah – Strategi dalam advokasi menjadi sangat penting dan harus sistematis sehingga pembelaan atau pendampingan dengan tujuan memperjuangkan hak-hak tertentu dapat dicapai.

Hal itu disampaikan Fajar Nur Alamsyah, salah satu pemateri Pendidikan Khusus Mahasiswa Ilmu Hukum (PKMIH) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Hukum (IH) yang diselenggarakan di Lecture Theater (LT) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Alauddin Makassar, Sabtu (20/08/2022).

“Ketidakadilan di mana-mana, banyak orang yang tak mampu memperjuangkan hak atau kepentingannya sendiri dan perlunya transformator untuk perubahan kebijakan publik,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan dari advokasi tentu karena ada ketidakadilan dan ketidakmampuan dalam memperjuangkan haknya sendiri. “Kita lakukan pendampingan dan pembelaan untuk menjamin hak-hak sesorang atau masyarakat secara demokratis dan adil”. 

Dalam melakukan sebuah advokasi, Fajar menyebutkan beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan setiap tindakan pembelaan atau pendampingan.

“Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan, di antaranya mencari akar permasalahan, merumuskan dan memilih jalan keluar, membangun kesadaran, tindakan kebijakan, dan penilaian,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkam bahwa kegiatan advokasi perlu pemahaman kritis dalam melihat permasalahan yang ada. 

“Harus punya satu paradigma yang kritis, jeli melihat suatu problem. Harus out of the box cara berpikirnya, di luar kotak.”

Penulis : Rahmat Rizki/Muhammad Ariskah (Magang)

Editor : Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami