Washilah – Mustari Mustafa resmi dikukuhkan sebagai guru besar di bidang ilmu filsafat pada sidang senat terbuka luar biasa yang berlangsung di Gedung Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (02/06/2022).
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Mustari Mustafa menjelaskan nilai prinsip yang ditunjukkan Sultan Alauddin hendaknya dijadikan landasan berpikir dan bertindak dalam membangun dan mengembangkan UIN Alauddin menuju universitas yang berperadaban.
“Sultan Alauddin tidak lagi sekadar simbol atau brand penciri fisik dari UIN Alauddin, akan tetapi sebuah pemikiran ideologi terhadap suatu kemajuan universitas yang berperadaban dan berdaya saing baik PTKIN, perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi di luar negeri,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis yang turut hadir serta memimpin acara pengukuhan guru besar saat diwawancarai merasa sangat bangga karena tokoh-tokoh nasional bisa hadir dengan suasana yang luar biasa.
“Sebuah bukti bahwa secara jejaring UIN Alauddin sudah sangat luar biasa sangat mapan dan ini akan menjadi contoh terbaik bagi pengukuhan-pengukuhan guru besar lainnya,” ucapnya.
Turut hadir pula Jenderal Purn Prof AM Hendropriyono; Ketua IKA UIN Alauddin, Prof Tyib Raya; Prof Irfan Idris; Rektor UNM; Pangdam XIV Hasanuddin, dan sejumlah tokoh lainnya.
Penulis: Nurul Annisatul Aina (Magang)
Editor: Jushuatul Amriadi











