Terabaikan Sejak 2020, Banyak Fasilitas Gedung C Rusak

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kondisi salah satu ruangan yang berada di Lantai IV Gedung C UIN Alauddin Makassar. Beberapa waktu lalu, air bahkan menggenangi ruangan tersebut saat hujan akibat kerusakan pada Plafon. | Foto: Istimewa.

Washilah – Perkuliahan offline terbatas semester genap 2022 lingkup UIN Alauddin Makassar telah berjalan sejak 3 Maret. Gedung C yang sempat tidak digunakan untuk proses belajar mengajar sejak pandemi 2020 lalu, kini mulai difungsikan kembali. Namun, beberapa fasilitas dan bagian gedung telah mengalami kerusakan. Hal ini dikeluhkan mahasiswa dan petugas kebersihan atau Cleaning Service (CS) yang bertugas di gedung tersebut.

Salah satu mahasiswa yang berkuliah di Gedung C, Nur Annisa mengatakan pendingin ruangan sudah tidak berfungsi dengan baik. “Kita tidak nyaman belajar karena kepanasan akibat AC yang tidak dingin. Apalagi kita dituntut untuk menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker sehingga terasa pengap,” ungkapnya. 

Menurut pengakuan Nur Annisa, beberapa ruangan sempat kebanjiran saat hujan datang karena plafonnya mengalami kebocoran. Ia berharap agar segera dilakukan perbaikan.

“Harusnya fasilitas yang rusak diperbaiki, contohnya pintu kamar mandi yang rusak dan air yang tidak mengalir. Kami kesulitan saat ingin buang air dan juga mengganggu aktivitas karena bau yang menyengat,” keluh Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) ini.

Saat reporter Washilah mendatangi Gedung C, terlihat dinding pada setiap tangga sudah berlumut diakibatkan rembesan air yang masuk. Plafon lantai III dan IV pada beberapa sisinya pun ikut berlumut. Beberapa lampu juga rusak. Ditambah, pintu di salah satu ruangan sudah terlepas.

Sementara itu, CS yang tidak ingin disebutkan namanya, saat ditemui reporter Washilah pada Jumat (11/03/2022) bercerita, dalam setahun terakhir, ia sudah sering melaporkan fasilitas di Gedung C yang telah lama rusak namun terabaikan oleh pihak kampus. “Datangji saja nalihat, tapi tidak ada tindak lanjutnya,” katanya.

Bahkan, ia telah mengirim foto fasilitas yang rusak kepada pimpinan di beberapa fakultas. 

Termasuk telah melapor ke bagian umum, namun tak kunjung ada perbaikan sampai saat ini. “Jadi kubilang berarti tidak napedulikan memang kapan ini,” pungkasnya.

Penulis: Khusnul Fatimah & Asrianto (Magang)

Editor: Jushuatul Amriadi

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami