Washilah – HMJ Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Alauddin Makassar menghadirkan Aktivis Perempuan pada Dialog Kemahasiswaan bertajuk “Kekerasan Seksual Merajalela Mahasiswa Dilema,” berlangsung di Leacture Teater (LT) FST, Jumat (10/12/2021).
Aktivis Perempuan, Nabila Syadzya mengatakan tingkat pelecehan sering terjadi karena minimnya ruang edukasi.
“Tingkat pelecehan terjadi karena rendahnya tingkat pengetahuan. Banyak orang yang melecehkan karena orang yang menjadi pelaku tidak tahu kalau itu adalah tindakan pelecehan,” katanya saat menyampaikan materi dalam dialog.
Ia juga menegaskan, penting untuk kita tahu soal tubuh kita sebagai seorang perempuan, karena yang paling mengetahui tentang kebutuhan kita adalah individu sendiri.
“Penindasan terjadi bukan hanya karena ada penindas tetapi ada orang yang rela dirinya ditindas,” tegasnya.
Salah satu peserta dialog, Hidayat mengatakan, menurutnya kekerasan seksual bukan lagi penomena baru karena ini kasus sudah berulang yang tidak bisa di toleransi.
“Menurut saya kekerasan seksual tidak lagi bisa dikategorikan sebagai fenomena karena ini sudah sering terjadi dan ini adalah hal yang tidak bisa ditoleransi,” ungkapnya.
Ia mengatakan sebagai mahasiswa kita harus menekan negara dalam mengawal kekerasan seksual.
“Sebagai mahasiswa seharusnya kita tahu sudah berapa banyak kekerasan seksual yang diselesaikan karena kejahatan yang paling berbahaya menurut saya adalah pembiaran,” lanjutnya.
Penulis: Muh Fiqrawal Rahman & Firda (magang)
Editor : Agil Asrifalgi











