Menikmati Demokrasi Oleh : Heni Handayani

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilustarasi oleh Andi Fahrul Aziz

Saat-saat hidupku yang suram dan menyedihkan
Ialah jikalau khayal ku tak kuasa lagi menerawang sawang luas
Jika aku hanya mampu tenang dibalik tirai hidup
Meratapi ku bangun luka dan air mata

Ku rangkai sekuntum demi sekuntum mawar merah
Untuk mereka yang diluluh lantahkan oleh demokrasi
Demokrasi yang gelap tak dikenal
Demokrasi yang memperbudak bangsa

Gema bergaung tak bernama
Meninggalkan secercah harapan tak bermakna tak berwujud

Suara para penikmat demokrasi
Seakan melebur tak bersisa
Kejayaan yang dulu pernah engkau janjikan
Telah sirna oleh deburan ombak

Kini kapal pesiar mu
Tengah membelah lautan
Sayatan luka yang terukir di wajah ini
Tak mampu membuat mu iba

Di senja itu ketika langit hendak menghias diri
Ketika awan telah tumbang oleh malam yang gulita
Khayal ku kembali menerawang dan bergumam
“Kepada siapa kenikmatan demokrasi hendak dipangkukan?”

Demikian khayal ku
Kini membawa luka
Esok membawa suka
Entah…

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami