Polemik Penentuan UKT Maba Ilmu Hukum, Kajur: Semua Sesuai Prosedur

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ketua Jurusan Ilmu Hukum, Dr Rahman Syamsuddin.

Washilah – Menanggapi berita Washilah terkait penentuan kategori Uang Kuliah Tunggal (UKT) tanpa proses wawancara, Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Hukum (IH) Dr Rahman Syamsuddin mengatakan penentuannya sudah sesuai prosedur.

Sebelumnya, sebuah Liputan Khusus dirilis Washilah melalui tabloid edisi 115 berjudul ‘Data Setengah Hati UKT Salah Kategori’, tulisan tersebut menggambarkan polemik penentuan UKT tanpa melalui proses wawancara yang menimpa salah satu Mahasiswa Ilmu Hukum Andi Haikal Akib.

Diceritakan Andi Haikal Akib mengeluhkan UKT yang diperoleh, menurutnya UKT tersebut tidak sesuai dengan pendapatan orangtuanya. Terlebih, Ia mendapatkan kategori UKT tanpa melalui proses wawancara.

Menanggapi hal tersebut, Kajur Ilmu Hukum Dr Rahman Syamsuddin saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (24/08/2021). Ia menjelaskan penentuan UKT bagi setiap mahasiswa jurusan IH telah melalui prosedur yang sesuai.

“Di Ilmu Hukum itu agak selektif, Kami punya indeks scoring UKT langsung dari universitas, misalnya untuk kategori 1 itu yatim piatu, UKT 2 apabila salah satu orang tuanya meninggal, UKT 3 untuk petani, 4 dan 5 itu PNS, UKT 6 dan 7 itu untuk pejabat. Nah, banyak teman-teman tidak tau mekanisme penentuan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketua Asosiasi Prodi Ilmu Hukum se-PTKIN itu mengatakan, biaya yang dibebankan kepada Haikal juga telah sesuai dengan prosedur yang berlaku menurut indeks perhitungan yang diberikan oleh pimpinan kampus.

“Sesuai dengan indeks scoring memang dapat UKT 3, tapi memang masalahnya karena uang kuliah di Fakultas Syariah tergolong yang paling tinggi,” ujarnya sembari memperlihatkan lembaran indeks scoring ditangannya.

Mengenai adanya mahasiswa yang mendapatkan kategori UKT tanpa wawancara, menurutnya adalah akibat dari sempitnya waktu wawancara yang disiapkan oleh pihak universitas.

Dosen Hukum Pidana ini menambahkan, saat dilakukan wawancara secara langsung oleh pihak jurusan melalui telpon, beberapa mahasiswa baru tidak menerima panggilan dari tim pewawancara.

“Nah, untuk di jalur SBMPTN, kalau dia tidak merasa ditelpon kemungkinan itu HP nya tidak aktif pada saat ditelpon. Begitu juga di jalur UMM, kami hubungi dari pagi sampai malam, tapi banyak yang tidak aktif,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Wahyu
Editor: Ardiansyah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami